BANDA ACEH – Mirza Tabrani resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Safrizal ZA di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Mirza Tabrani atas amanah baru tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rektor sebelumnya, Marwan, yang dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi USK, terutama pada masa transisi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Safrizal mengungkapkan rasa syukurnya karena proses pemilihan rektor berjalan lancar, damai, dan penuh kebersamaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi sejarah yang membanggakan bagi sivitas akademika USK.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya USK yang sarat dengan nilai-nilai keilmuan dan kearifan lokal. Nama Universitas Syiah Kuala dipilih oleh para pendirinya sebagai simbol kesinambungan tradisi ilmu yang telah lama berkembang di Aceh, yang mengintegrasikan iman dan ilmu, agama dan sains, serta nilai lokal dengan semangat universal.
“USK dikenal sebagai jantung hatinya rakyat Aceh. Artinya, denyut kehidupan kampus ini harus selaras dengan kebutuhan dan kemajuan masyarakat Aceh,” ujar Safrizal.
Ia menambahkan, kepemimpinan USK ke depan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, rektor dituntut mampu menyeimbangkan kebebasan akademik dengan tata kelola yang profesional serta adaptif terhadap perubahan yang cepat.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, dan Teknologi Khairul Munadi turut hadir dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Dalam sambutannya, Menteri menegaskan bahwa USK bukan hanya perguruan tinggi terbesar di Aceh, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi di wilayah barat Indonesia.
Menurutnya, kualitas pendidikan tinggi sangat menentukan kemajuan suatu daerah. Universitas yang mampu menghasilkan lulusan unggul, berintegritas, dan inovatif akan mendorong percepatan pembangunan.
“USK diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi,” ujar Khairul Munadi membacakan sambutan menteri.
Prof. Mirza Tabrani sendiri merupakan putra daerah yang lahir di Banda Aceh. Ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Sebagai guru besar di bidang ekonomi, ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya sebagai Komisaris Independen Bank Aceh Syariah serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK periode 2013–2017.
Dalam visinya, Mirza Tabrani bertekad membawa USK menjadi universitas yang unggul, inovatif, berdampak global, dan berkelanjutan pada tahun 2031.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola kampus yang profesional, akuntabel, dan mandiri sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum.
Selain itu, ia juga menargetkan agar USK mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat global sekaligus terus berkembang dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.(*)












