BENER MERIAH – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bener Meriah menegaskan bahwa oknum yang diduga meminta uang sebesar Rp15 juta kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah bukan merupakan anggota PWI maupun organisasi wartawan lain yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri, menyusul adanya informasi mengenai dugaan permintaan uang oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan kepada pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Mashuri menjelaskan, klarifikasi ini dilakukan setelah Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, meminta PWI Bener Meriah menelusuri identitas oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan tersebut.
“PWI sangat berkepentingan agar kasus ini diungkap. Sebagai organisasi besar yang memiliki banyak anggota yang bekerja di berbagai media, kami tidak ingin masyarakat berspekulasi atau menduga-duga bahwa anggota PWI terlibat dalam praktik yang memalukan itu,” kata Mashuri, mengutip penegasan Ketua PWI Aceh.
Untuk memastikan informasi yang beredar, PWI Bener Meriah telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa dugaan permintaan uang itu berkaitan dengan pengadaan sapi untuk kebutuhan meugang.
Mashuri menyebutkan, berdasarkan penelusuran awal yang dilakukan pihaknya, nama yang disebut sebagai wartawan dalam kasus tersebut tidak terdaftar sebagai anggota PWI.
“Setelah kami telusuri, yang bersangkutan bukan anggota PWI,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa PWI menghargai langkah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui jalur hukum.
Sesuai arahan Bupati Bener Meriah, dinas terkait disebut akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum agar dapat diproses secara terbuka dan transparan.
Menurut Mashuri, langkah hukum penting dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat serta memberikan efek jera bagi siapa pun yang mencoba menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi.
“Ini penting agar tidak ada lagi pihak yang mencoreng profesi wartawan dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Meski demikian, Mashuri belum menyebutkan secara terbuka identitas oknum yang dimaksud. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan dan memverifikasi sejumlah bukti terkait dugaan tersebut.
“Yang pasti kami telah mengantongi sejumlah bukti awal yang dapat memperkuat informasi yang berkembang. Kami pastikan juga oknum tersebut bukan wartawan anggota PWI maupun asosiasi pers lainnya yang merupakan konstituen Dewan Pers,” Pungkas Mashuri.(*)













