JAKARTA – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menerima penghargaan atas capaian peningkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dalam acara rilis nasional IDSD yang digelar di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi.
Capaian tersebut menandai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam meningkatkan nilai IDSD dari 3,67 pada tahun sebelumnya menjadi 3,80 pada 2025. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 3,50, sekaligus menempatkan Aceh Besar sebagai salah satu daerah dengan kinerja daya saing yang progresif.
Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, menjelaskan bahwa rilis IDSD merupakan agenda tahunan sejak 2022 dan tahun ini menjadi rilis keempat secara nasional. Ia menegaskan bahwa IDSD disusun sebagai instrumen pengukuran komprehensif terhadap tingkat daya saing dan inovasi daerah.
“IDSD terdiri dari empat komponen utama, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Keempat komponen tersebut dijabarkan lagi menjadi 12 pilar indikator penilaian,” ujar Boediastoeti.
Menurutnya, IDSD kini telah dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah sebagai indikator dalam dokumen perencanaan pembangunan. Hasil pengukuran tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan, menajamkan program prioritas, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah.
“Dengan demikian, IDSD berfungsi bukan hanya sebagai alat ukur, tetapi juga sebagai pengarah kebijakan daya saing dan inovasi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa penguatan daya saing nasional sangat bergantung pada kinerja daerah. Ia menilai, pembangunan nasional yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika daerah mampu meningkatkan kapasitas inovasi dan kualitas sumber daya manusianya.
“Ukuran mana yang kita anggap masih lemah, di situlah menjadi titik program prioritas kebijakan pembangunan bisa kita arahkan,” ujar Arif.
Ia juga menyoroti tantangan global yang ditandai dengan percepatan perubahan teknologi. Menurutnya, dinamika teknologi kerap bergerak lebih cepat dibandingkan respons kebijakan publik maupun adaptasi individu.
“Di seluruh dunia, teknologi selalu lebih cepat daripada public policy. Dan ini adalah tantangan kita. BRIN punya kewajiban bersama daerah untuk memperkuat daya saing dan inovasi di semua daerah di Indonesia,” tegasnya.
Penghargaan yang diterima Aceh Besar menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil konkret. Peningkatan skor IDSD mencerminkan perbaikan pada berbagai aspek, mulai dari kualitas regulasi, penguatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan kapasitas inovasi dan daya dukung pasar.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang hadir didampingi Kepala Bappeda Aceh Besar Agus Husni SP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendorong peningkatan daya saing daerah.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Peningkatan nilai IDSD menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang kita jalankan sudah berada pada jalur yang tepat,” ujar Syech Muharram.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak akan membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berpuas diri. Sebaliknya, hasil evaluasi IDSD akan dijadikan pijakan untuk memperkuat sektor-sektor yang masih memerlukan perhatian, terutama dalam penguatan riset, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan berbasis data dan riset menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Karena itu, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendorong pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) guna memastikan setiap kebijakan pembangunan memiliki landasan ilmiah yang kuat.
“Kita akan terus mendorong penguatan ekosistem inovasi di Aceh Besar, termasuk mendukung pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah agar perencanaan pembangunan semakin berbasis data dan riset,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa peningkatan daya saing daerah harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program prioritas akan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi lokal, pengembangan sektor unggulan daerah, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
Dengan capaian nilai IDSD yang melampaui rata-rata nasional, Aceh Besar diharapkan mampu menjadi model penguatan daya saing berbasis inovasi di wilayah Aceh. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif tersebut.
Rilis nasional IDSD 2025 sekaligus menjadi pengingat bahwa daya saing bukan sekadar angka, melainkan refleksi kesiapan daerah menghadapi tantangan global. Bagi Aceh Besar, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mempercepat transformasi pembangunan menuju daerah yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)













