EkonomiHeadline

Harga Emas di Banda Aceh Catat Rekor Baru, Tembus Rp8 Juta per Mayam

×

Harga Emas di Banda Aceh Catat Rekor Baru, Tembus Rp8 Juta per Mayam

Share this article
Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah sedang melayani pembeli pada Senin (12/1/2026). Foto: (Suara Aceh).

Banda Aceh — Harga emas di Banda Aceh kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada Senin, 12 Januari 2026, harga emas ukuran 3,3 gram atau satu mayam menembus angka Rp8.000.000, belum termasuk ongkos pembuatan.

Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah, mengatakan kenaikan harga emas hari ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di Banda Aceh.
“Ini pertama kalinya harga emas menembus Rp8 juta per mayam. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per mayam, tergantung model dan jenisnya,” ujar Dava.

Menurutnya, kenaikan harga emas sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa waktu lalu. Sejumlah faktor turut memengaruhi lonjakan harga tersebut, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya minat investor yang memborong emas secara besar-besaran sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven.

Meski harga terus merangkak naik, Dava menyebut permintaan emas di Banda Aceh masih tergolong tinggi. Aktivitas transaksi saat ini didominasi oleh pembelian.
“Sekitar 80 persen masyarakat masih memilih membeli emas, sementara sekitar 20 persen lainnya menjual,” jelasnya.

Dava juga memprediksi harga emas ke depan masih berpotensi mengalami kenaikan secara bertahap. Menurutnya, peluang harga emas untuk turun dalam waktu dekat terbilang sangat kecil, mengingat kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.(*)