Banda Aceh – Mantan Panglima GAM Wilayah Jeunieb sekaligus Ketua Komite Muallimin Aceh (KMA), Tgk Darwis Jeunieb, meminta pemerintah pusat membuka jalur bantuan nasional dan internasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pernyataan itu disampaikan Darwis menanggapi ucapan Presiden yang menyebut pemerintah tidak memiliki “tongkat Nabi Musa” untuk menyelesaikan seluruh persoalan secara instan. Menurut Darwis, pernyataan tersebut justru harus dimaknai sebagai alasan untuk membuka diri terhadap bantuan dunia internasional.
“Kita pahami pemerintah tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi di dunia internasional banyak negara yang punya kemampuan, teknologi, dan sumber daya besar untuk membantu. Kalau memang tidak sanggup, buka pintu bantuan nasional dan internasional,” ujar Darwis dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Ia menilai penanganan bencana di Aceh tidak bisa dilepaskan dari persoalan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung puluhan tahun. Dampak kerusakan tersebut, kata dia, terus berulang dan memperparah penderitaan masyarakat setiap kali bencana terjadi.
“Sudah lebih dari 20 tahun Aceh menanggung dampak kerusakan lingkungan. Lumpur, kayu, dan material dari hulu masuk ke rumah-rumah warga. Yang datang bukan solusi, tapi kerusakan yang terus beranak-pinak,” katanya.
Darwis juga mempertanyakan tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat membersihkan dan memulihkan kehidupan pascabencana. Ia menegaskan bahwa beban pemulihan tidak bisa sepenuhnya diletakkan di pundak masyarakat.
“Kayu masuk ke rumah rakyat, tanah masuk ke rumah rakyat. Lalu di mana peran negara hari ini? Siapa yang membantu membersihkan dan memulihkan kehidupan warga?” ujarnya.
Menurut Darwis, membuka jalur bantuan internasional bukanlah bentuk kelemahan negara, melainkan langkah realistis untuk menyelamatkan rakyat di tengah situasi darurat.
“Ini bukan soal gengsi. Ini soal kemanusiaan. Kalau memang pemerintah pusat tidak sanggup menangani sendiri, maka buka pintu bantuan demi rakyat Aceh dan Sumatera Barat,” tegasnya.(*)













