Banda Aceh – PT PLN (Persero) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh atas gangguan kelistrikan yang masih terjadi pasca bencana hidrometeorologi. Hingga saat ini, Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan listrik mencapai 40 megawatt (MW).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam laporan teknis kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa proses pemulihan jaringan kelistrikan Aceh berjalan sangat menantang. Meski aliran listrik dari PLTU Arun–Bireuen dan Bireuen–Sigli dapat tersinkronisasi dengan baik, sistem kembali terganggu saat suplai diteruskan menuju kawasan Sigli.
“Begitu sampai ke Sigli, terjadi ketidakstabilan sistem kelistrikan dari Arun ke Sigli sehingga pembangkit pada malam itu sempat padam,” ungkap Darmawan.
PLN menjelaskan bahwa hingga kini sistem Aceh masih terputus dari interkoneksi Sumatera, mulai dari Sumatera Selatan hingga Aceh. Putusnya jaringan transmisi strategis pada jalur Lancang–Pangkalan Brandan menjadi penyebab utama terisolasinya sistem.
“Karena transmisi dari Lancang ke Pangkalan Brandan putus, maka sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera,” ujar PLN.
PLN menargetkan proses pemulihan transmisi dari Begun Sumatera ke Lancang dapat rampung pada Minggu, sehingga aliran listrik dari sistem Sumatera bisa kembali masuk dan menstabilkan pasokan di Banda Aceh.
“Kami membutuhkan waktu sampai hari Minggu untuk memulihkan transmisi dari Begun Sumatera ke Lancang. Setelah itu, suplai ke Banda Aceh akan pulih bertahap,” jelas Darmawan.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN juga mendatangkan genset-genset berkapasitas besar serta pembangkit mobile guna menopang kebutuhan sementara masyarakat di Banda Aceh selama lima hari ke depan.
Dengan kekurangan pasokan mencapai 42 MW, pemadaman bergilir masih berlangsung. Namun PLN memastikan durasi dan frekuensinya akan dikurangi seiring beroperasinya suplai cadangan.
“Kami berusaha agar pemadaman bergilir dapat dikurangi sehingga kondisi Banda Aceh lebih baik dari hari ini,” pungkas Darmawan.
Untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi, PLN menegaskan siap berkoordinasi dengan TNI, Polri, BNPB, BWS Sumatera I, BPBA, serta seluruh unsur pemerintah daerah.
“Kami masih harus menembus wilayah-wilayah yang terisolasi. Koordinasi lintas lembaga sangat penting agar pemulihan bisa dipercepat,” Pungkas Darmawan.(*)













