Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Kelautan dan Perikanan menghadirkan sejumlah pakar kelautan dunia dalam The 7th International Conference on Fisheries, Aquatic, and Environmental Sciences (ICFAES) 2025 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood.
Konferensi internasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ICFAES merupakan wujud komitmen USK mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 13 (Climate Action).
“Semua poin SDGs ini mengingatkan kita untuk berperan aktif dan bergerak secara kolektif. Baik melalui kolaborasi ilmiah maupun solusi inovatif untuk menjaga laut, memastikan ketahanan pangan, dan membangun masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Adapun pakar kelautan yang tampil sebagai keynote speakers pada ICFAES kali ini antara lain:
Prof. Sukree Hajisamae (Prince of Songkla University, Thailand), pakar ekologi akuatik.
Prof. Ho Sang Kang (Seoul National University, Korea Selatan), pakar pengelolaan ekosistem hutan dan kerja sama lingkungan internasional.
Prof. Nurul Hazrina Idris (Universiti Teknologi Malaysia), pakar geospasial.
Prof. Nur Fadli (Universitas Syiah Kuala), pakar biologi laut.
Ketua Panitia ICFAES 2025, Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa konferensi ini menjadi wadah penting untuk membahas isu-isu strategis terkait kelautan, perikanan, dan lingkungan. Tahun ini, ICFAES mengangkat tema “Synergizing Transdisciplinary Approaches in Marine and Fisheries Science for Blue Economy Resilience”.
“Kehadiran para pakar dunia ini menjadi momentum berharga bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Forum ini membuka peluang untuk memperluas perspektif dan memperkuat jejaring internasional,” katanya.
Selain mempertemukan para ilmuwan lintas negara, konferensi ini juga menjadi istimewa karena bertepatan dengan Milad ke-64 USK. Momen tersebut memperkuat tekad universitas untuk terus berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.(*)













