Meulaboh – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Barat ambil bagian dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat kabupaten yang berlangsung di pusat kota Meulaboh. Tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, MTQ kali ini juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi dan penjualan produk lokal.
Sejak hari pertama pelaksanaan MTQ, arena utama dipadati tidak hanya oleh peserta dan penonton, tetapi juga oleh deretan lapak UMKM yang menjajakan aneka produk. Mulai dari kuliner khas Aceh Barat, kerajinan tangan, pakaian, hingga aksesori turut memeriahkan suasana.
Kendati demikian, cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang mengguyur sejak awal acara menyebabkan menurunnya jumlah pengunjung. Hal ini diakui oleh Dani, salah seorang pedagang yang membuka lapaknya di arena utama.
“Sejak hari pertama sudah hujan terus. Jadi, pengunjung agak sepi dan dagangan kurang laku. Tapi kami tetap bertahan sampai malam penutupan, siapa tahu rezeki datang di akhir,” ungkap Dani, Kamis (17/7/2025).
Meskipun sempat dirundung sepi pembeli, semangat para pelaku UMKM tetap menyala. Mereka berharap malam puncak MTQ menghadirkan cuaca cerah dan ramai pengunjung, sehingga dapat mendongkrak penjualan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, melalui panitia pelaksana, menyatakan bahwa kehadiran UMKM dalam event MTQ merupakan bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain mendukung kegiatan keagamaan, pelibatan UMKM turut menghidupkan suasana dan memberikan ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
“Sinergi antara kegiatan keagamaan dan ekonomi kreatif seperti ini harus terus diperkuat. Ini bukti bahwa MTQ tidak hanya memberi nilai spiritual, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Puncak MTQ ke-37 yang digelar Kamis malam ditutup dengan meriah, disaksikan ribuan warga yang memadati arena utama. Penampilan seni Islami dan pengumuman para juara dari berbagai cabang lomba menjadi penutup rangkaian acara yang sarat makna tersebut.
Bagi pelaku UMKM seperti Dani, MTQ bukan hanya ajang religi, melainkan juga ladang harapan. Kesempatan kecil yang—dengan dukungan cuaca dan semangat pengunjung—dapat menjadi peluang besar untuk mengenalkan dan menjual produk lokal kepada khalayak luas.(*)













