Daerah

Nurul Fazli: Perempuan Harus Jadi Motor Penggerak Perubahan di Masyarakat

×

Nurul Fazli: Perempuan Harus Jadi Motor Penggerak Perubahan di Masyarakat

Share this article
Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag memberikan arahan sekaligus membuka Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas, di Gedung Dekranasda Gampong Gani, Ingin Jaya, Kamis (17/7/2025). FOTO: MC Aceh Besar.

Aceh Besar – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag, mendorong perempuan agar tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas, di Gedung Dekranasda Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (17/7/2025).

Dalam sambutannya, Nurul Fazli menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis, tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai tiang negara. “Baiknya sebuah bangsa dimulai dari baiknya perempuan. Demikian juga dalam keluarga, harmoni dan ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas akhlak dan sikap perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjawab tantangan zaman, perempuan harus dibekali keterampilan, ilmu pengetahuan, serta rasa percaya diri. Dengan begitu, mereka akan mampu menjadi motor penggerak pembangunan baik di tingkat gampong maupun nasional.

“Perempuan harus berani tampil, terlibat aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Kita tidak bisa lagi membatasi peran perempuan hanya di balik dapur. Mereka harus menjadi penggerak di ruang-ruang publik,” tegas Nurul.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa TP-PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

“Dua pilar utama gerakan PKK adalah pendidikan dan pemberdayaan. Melalui lokakarya ini, mari kita kuatkan komitmen bersama, lahirkan ide-ide baru dan langkah konkret yang bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ajaknya.

Nurul Fazli juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya proses belajar-mengajar, tetapi juga sarana membebaskan manusia dari ketimpangan, ketidakadilan, dan keterbelakangan.

Ia pun mengajak seluruh peserta lokakarya untuk mengikuti kegiatan dengan antusias dan semangat. “Mari kita saling menguatkan dan mendukung, agar perempuan Aceh Besar mampu membangun generasi emas yang lebih baik dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kader PKK, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, serta aparatur gampong. Suasana lokakarya berlangsung penuh antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendorong peran aktif perempuan menuju Indonesia Emas 2045. (*)