Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat posisinya sebagai kampus berkelas dunia melalui kolaborasi strategi dengan perusahaan internasional. Terbaru, USK resmi menjalin kerja sama dengan Serunai Commerce Sdn. Bhd., perusahaan teknologi asal Malaysia yang fokus pada pengembangan ekosistem halal global berbasis blockchain.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama tersebut berlangsung di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Rabu (25/6/2025), dan menjadi tidak penting dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan inovasi halal digital.
Kerja sama ini menitikberatkan pada implementasi sertifikasi halal berbasis teknologi blockchain, sebagai solusi inovatif yang menjawab kebutuhan pasar global yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam produk halal.
“Ini adalah momentum besar antara Serunai dan USK. Kami membawa tim lengkap dari sisi teknis hingga pemasaran untuk memastikan kolaborasi ini berjalan optimal,” ujar Firdaus Dahlan, Chief Operating Officer Serunai Commerce. Ia juga menyebut bahwa kemitraan ini telah lama dirancang dan kini siap diwujudkan secara teknis.
Sementara itu, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa isu sertifikasi halal telah menjadi pembahasan global lintas negara.
“Blockchain halal ini adalah peluang besar, bukan hanya untuk pengembangan teknologi, tetapi juga untuk memperkuat daya saing produk Aceh di pasar internasional. Kita mulai dulu dari satu produk, dan dari situ kita kembangkan,” ungkap Prof Marwan.
Menurutnya, kerja sama ini juga memberi dampak langsung terhadap pengembangan kompetensi siswa. “Melalui kemitraan ini, mahasiswa USK berkesempatan untuk magang dan terlibat dalam proyek global, sehingga memperoleh pengalaman industri yang sangat relevan,” tambahnya.
Rektor juga menekankan bahwa kolaborasi ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif (SDG 8) dan mendukung inovasi industri serta infrastruktur (SDG 9).
“USK terus berkomitmen menjadi dampak gunung, dan kerja sama dengan Serunai Commerce ini menjadi bagian dari upaya konkret menuju visi sebagai universitas kelas dunia,” tutupnya.
Dengan dukungan teknologi blockchain, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi katalisator pembangunan ekosistem halal yang transparan, terverifikasi, dan terhubung secara global, yang pada akhirnya akan membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Aceh dan Indonesia secara luas. (*)













