Nagan Raya – Dalam rangka memperingati Hari Ayah yang jatuh pada 12 November, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya, Ardiansyah, M.Si, menekankan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter anak. Dalam dialog “RRI Menyapa” yang disiarkan melalui RRI Meulaboh, ia menyampaikan bahwa ayah adalah sosok panutan yang berperan besar dalam membimbing anak menuju masa depan yang lebih baik, terutama di tengah tantangan era digital dan keterbukaan informasi.
Pola Didik Berdasarkan Fase dan Jenis Kelamin
Menurut Ardiansyah, pola asuh dan pendidikan anak harus disesuaikan dengan fase tumbuh kembang serta jenis kelamin anak. “Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik secara emosional maupun intelektual. Oleh karena itu, pendekatan dalam mendidik anak laki-laki dan perempuan pun perlu disesuaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dibimbing secara tepat agar mampu menghadapi tantangan zaman. Tantangan ini semakin berat di era digital, di mana informasi begitu mudah diakses namun tidak selalu membawa dampak positif.
“Di tengah keterbukaan informasi, peran ayah sebagai pembimbing menjadi semakin penting. Ayah harus mampu menjadi pelindung sekaligus pengarah agar anak tidak terpengaruh oleh informasi yang salah atau menyesatkan,” lanjutnya.
Ayah Sebagai Panutan dan Teladan
Ardiansyah menekankan bahwa ayah adalah panutan utama dalam keluarga, terutama dalam penerapan disiplin pada anak. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Penerapan disiplin pada anak bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang memberikan teladan. Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya, khususnya ayah. Maka, seorang ayah harus menunjukkan sikap yang dapat dicontoh oleh anak,” ungkapnya.
Membimbing di Tengah Tantangan Digital
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dalam era digital. Anak-anak perlu dibimbing untuk menggunakan teknologi secara bijak, termasuk membedakan mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak.
“Peran ayah tidak hanya sebagai pemberi nafkah, tetapi juga sebagai pendidik utama dalam keluarga. Di tengah kemajuan teknologi, ayah harus aktif terlibat dalam mendampingi anak, mengajarkan nilai-nilai positif, serta membangun karakter yang kuat,” katanya.
Harapan di Hari Ayah
Peringatan Hari Ayah diharapkan menjadi momentum bagi para ayah untuk lebih menyadari peran penting mereka dalam keluarga. “Mari jadikan Hari Ayah ini sebagai pengingat bahwa membentuk karakter anak adalah investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai baik akan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tutup Ardiansyah.
Peringatan Hari Ayah bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen refleksi untuk menguatkan peran ayah sebagai inspirasi dan teladan dalam keluarga. (*)













