Aceh Barat – Pengelola program Imunisasi Dinas Kesehatan Aceh Barat, Seri Mawarni, STr.Keb, menegaskan pentingnya imunisasi sebagai langkah krusial dalam melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.
“Imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan spesifik bagi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok yang mampu melindungi kelompok masyarakat yang rentan.”ucapnya.
Capaian imunisasi di Aceh Barat menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2023, cakupan imunisasi mencapai 22,4%, namun pada tahun 2024 angka tersebut menurun drastis menjadi hanya 5,9%. Penurunan ini menjadi indikasi adanya tantangan yang perlu segera diatasi untuk meningkatkan kembali cakupan imunisasi di daerah ini.
Sementara itu, Immunization Programme Officer dari YDUA-UNICEF, Novira Sukmarita, mengungkapkan bahwa Aceh Barat menjadi salah satu fokus pendampingan UNICEF dalam program imunisasi.
“Program ini mencakup empat puskesmas utama: Puskesmas Meurebo, Puskesmas Johan Pahlawan, Puskesmas Suak Ribee, dan Puskesmas Samatiga. Selain itu, terdapat 20 posyandu di tiga kecamatan, yaitu Meurebo, Johan Pahlawan, dan Samatiga, yang turut mendapatkan pendampingan,” ungkapnya.
Pendampingan UNICEF juga meluas ke beberapa sekolah di Aceh Barat, termasuk 10 PAUD/TK, tiga sekolah dasar (SDN 14, SDN Peunaga, dan SDN Kuala Bubon) di bawah naungan Dinas Pendidikan, serta tiga madrasah ibtidaiyah (MIN 08/Cot Lawang, MIN 11, dan MIS Tunas Cendekia) di bawah Kementerian Agama.
Adapun rencana ke depan meliputi pelatihan dokter cilik di sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan, program khusus Kelas Ayah untuk melibatkan ayah dalam mendukung imunisasi, serta pembentukan TP-UKS kecamatan untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Kolaborasi dengan media juga menjadi prioritas untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi.
Pendekatan penyuluhan kepada calon pengantin melalui KUA diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya imunisasi sebelum menikah. Selain itu, dukungan imunisasi di desa dan posyandu melibatkan camat, keuchik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi strategi penting dalam mendukung kegiatan imunisasi di tingkat lokal.
“Dengan berbagai upaya ini, UNICEF dan YDUA berharap dapat meningkatkan cakupan imunisasi di Aceh Barat, melindungi lebih banyak anak dari penyakit yang dapat dicegah, serta menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh di masa mendatang.” harapnya.(*)













