HeadlineRagam

Tiga Hari Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Terpantau Normal

×

Tiga Hari Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Terpantau Normal

Share this article
Suasana Pasar Induk Lambaro Aceh Besar dipenuhi Pedagang daging sapi dan pembeli, Jumat (14/6/2024). Foto/Irwansyah

Aceh Besar – Masyarakat Aceh merayakan tradisi Meugang untuk menyambut Idul Adha 1445 H, Pedagang daging pun ramai pembeli dibanding hari biasanya.

Menurut pantauan Wartawan suaraaceh.net di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar, Jumat sore (14/6/2024) suasana Pasar Induk Lambaro terlihat begitu ramai, harga daging yang dijual pada hari ini naik 10.000 perkg dari harga sebelumnya.

Harga daging sapi yang dijual kemarin seharga Rp. 130.000 perkg dan pada hari ini mengalami kenaikan menjadi Rp. 140 ribu perkg.

Salah satu Pedangan Daging sapi, Wahyu mengatakan, “Pada hari ini harga daging sapi sudah mulai naik, dari Rp. 130.000 perkg naik menjadi Rp. 140.000 perkg, Harga daging sapi diperkirakan akan terus naik sampai meugang atau H-1 Idul Adha nanti” ujarnya.

Wahyu menambahkan “Diperkirakan harga daging sapi terus meningkat sampai H-1 Idul Adha nantinya bahkan bisa menembus angka Rp. 170.000 perkg”.

“Pedagang menaikkan harga pada hari meugang karena permintaan untuk daging pada hari meugang banyak, jadi kita ikut harga pasar,” sebutnya.

Meski Idul Adha tiga hari lagi, tetapi tampak antusiasme masyarakat terlalu tinggi untuk membeli daging untuk meugang, tampak Pasar Induk Lambaro dipadati pembeli walaupun sudah sore.

Salah seorang pembeli daging sapi, Sri Mauliza mengatakan “Saya datang sore hari agar tidak berdesakan, ternyata Meski sore pembeli juga masih ramai,” ungkapnya.

Soal hari Meugang menjelang Ramadan yang sudah menjadi tradisi di Aceh, Sri Mauliza menyebutkan sebagai momen sakral bagi masyarakat. “Meugang ini untuk memuliakan Lebaran dan bentuk rasa syukur atas datangnya bulan haji dan kurban.”

“Tradisi Meugang ini perlu terus kita laksanakan, karena ini adat turun temurun dan hanya ada di Aceh. Meugang juga merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang cukup menarik atensi wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Aceh Besar,” tuturnya. (*)