ACEH BESAR — Pemerintah Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Sosialisasi Penanganan dan Kesiapsiagaan Bencana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di UDKP Kecamatan Kuta Malaka tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang terjadi di wilayah kecamatan tersebut.
Sosialisasi diikuti unsur Forkopimcam dan Forkopimcam Plus, para kepala instansi, lembaga dan balai, Koordinator PKH, P3MD, Direktur PDAM Kecamatan Kuta Malaka, para keuchik, Ketua Tuha Peut, sekretaris gampong, Kaur Umum dan Perencanaan, serta para ketua pemuda se-Kecamatan Kuta Malaka.
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas aspek penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini, memperjelas peran masing-masing unsur, serta memastikan jalur koordinasi dapat berjalan efektif ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari unsur Koramil 23 Kuta Malaka disampaikan oleh Sertu Hermansyah. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan salah satu kunci dalam mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, Polri, aparatur gampong hingga masyarakat.
Koordinasi yang baik, kata dia, sangat diperlukan agar setiap tindakan yang dilakukan ketika bencana terjadi dapat berlangsung cepat, tepat dan terarah.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi antarpihak sejak sebelum bencana terjadi. Dengan demikian, masing-masing unsur telah memahami tugas dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Kapolsek Kuta Malaka, AKP Supriadi, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat keamanan.
Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya mitigasi maupun penanganan awal ketika terjadi bencana.
“Setiap unsur di tingkat kecamatan hingga gampong harus memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi, termasuk bagaimana memberikan informasi dan melakukan tindakan awal untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, kesiapan aparatur gampong menjadi salah satu faktor penting karena gampong merupakan struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, informasi mengenai potensi bencana, jalur evakuasi, titik aman, serta langkah penyelamatan perlu diketahui oleh aparatur dan masyarakat.
Kapolsek juga mendorong agar komunikasi dan koordinasi antarpihak terus diperkuat sehingga apabila terjadi bencana, proses penyampaian informasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cepat dan tidak menimbulkan kepanikan.
Plt. Camat Kuta Malaka, Fata Muhammad, S.Pd.I., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dibangun secara bersama-sama dan tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.
Menurutnya, kondisi geografis dan dinamika lingkungan membuat setiap wilayah memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait perlu memiliki kesiapan dan pola koordinasi yang jelas.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kita berharap seluruh unsur di Kecamatan Kuta Malaka memiliki pemahaman yang sama mengenai kesiapsiagaan dan penanganan bencana,” kata Fata Muhammad.
Ia menambahkan, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, aparatur gampong, lembaga terkait, pemuda dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Fata Muhammad juga mengharapkan para keuchik dan aparatur gampong dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi kepada masyarakat masing-masing.
Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak berhenti pada tingkat kecamatan, tetapi menjadi kesadaran bersama hingga ke tingkat gampong dan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Kuta Malaka mendorong seluruh unsur untuk meningkatkan koordinasi dan membangun kesiapan menghadapi kemungkinan bencana.
Kehadiran para keuchik, Tuha Peut, sekretaris gampong, aparatur perencanaan dan ketua pemuda dinilai penting karena kelompok tersebut memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menggerakkan masyarakat di tingkat gampong.
Pemerintah Kecamatan Kuta Malaka berharap hasil sosialisasi dapat ditindaklanjuti melalui peningkatan kewaspadaan, pemetaan potensi risiko, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang lebih intensif dengan instansi terkait.(*)













