Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara Polri dan insan pers guna menghadirkan informasi yang kredibel, edukatif, dan mampu membangun kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Kemitraan Kapolda Aceh Bersama Insan Pers di Gedung Presisi Polda Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin beserta jajaran, wartawan senior Dr. Bustamam Ali, pimpinan media cetak, media siber, televisi, radio, serta perwakilan organisasi profesi pers di Aceh, di antaranya JMSI, AMSI, dan IJTI.
Dalam sambutannya, Kapolda memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polda Aceh. Ia mengatakan Aceh bukan wilayah yang asing baginya karena pada 2021 pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan kesan mendalam terhadap karakter masyarakat Aceh yang hangat, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Kapolda berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara Polri dengan insan pers. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjadi jembatan informasi yang mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Pers merupakan mitra strategis Polri. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, media dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus membangun optimisme serta kepercayaan masyarakat,” ujar Ruddi Setiawan.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mengubah pola masyarakat dalam memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Di balik kemudahan era digital, menurutnya, terdapat tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.
Karena itu, Kapolda menekankan pentingnya kehadiran media yang profesional, independen, dan berintegritas. Masyarakat, katanya, tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan mampu memberikan edukasi.
Kapolda mengajak seluruh insan pers di Aceh untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan informasi berkualitas. Ia berharap media dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif demi kelancaran pembangunan di Aceh.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog antara jajaran Polda Aceh dan insan pers untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penayangan kaleidoskop kemitraan Polda Aceh bersama insan pers, laporan ketua panitia, serta sesi tanya jawab yang membahas penguatan kemitraan, penanganan kejahatan siber, dan sinergi Polri dengan media dalam menjaga kondusivitas wilayah Aceh.(*)












