HeadlineParlementaria

Honor Kader Posyandu dan Dukungan KWT Mengemuka dalam Reses Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh

×

Honor Kader Posyandu dan Dukungan KWT Mengemuka dalam Reses Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh

Share this article
Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, berdialog dengan kader Posyandu se-Kecamatan Kuta Alam dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) saat kegiatan reses di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026). Foto: (Humas DPRK Banda Aceh).

BANDA ACEH – Peningkatan honor kader Posyandu serta penguatan dukungan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi dua aspirasi utama yang mencuat dalam kegiatan reses Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, bersama kader Posyandu se-Kecamatan Kuta Alam dan anggota KWT di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta itu juga menghadirkan jajaran Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Kelautan (P2KP) Kota Banda Aceh sebagai mitra kerja Komisi IV DPRK, sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan didengar secara langsung.

Dalam dialog tersebut, para kader Posyandu meminta Pemerintah Kota Banda Aceh meningkatkan honor yang selama ini diberikan melalui Dinas Kesehatan. Menurut mereka, peran kader terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, pendataan, deteksi dini masalah kesehatan, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Kami berharap honor yang diberikan dapat ditingkatkan. Selama ini kami aktif bekerja penuh semangat dengan turun langsung bertemu warga, namun honor yang ada belum sebanding dengan beban kerja kami. Semoga pemerintah kota bisa memperhatikan hal ini,” ujar Asiah, kader Posyandu Gampong Laksana.

Sementara itu, anggota Kelompok Wanita Tani Gampong Kuta Alam, Sumarni, berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas P2KP dapat menambah dukungan bagi KWT untuk memperkuat program ketahanan pangan keluarga.

Menurutnya, bantuan berupa bibit tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), maupun sarana pendukung lainnya akan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan kemandirian pangan di tingkat keluarga.

“Kami ingin adanya tambahan bantuan kepada KWT agar program ketahanan pangan keluarga bisa lebih optimal. Dengan dukungan pemerintah, kami bisa memperkuat kemandirian pangan di tingkat gampong,” kata Sumarni.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mendukung berbagai program pemerintah, termasuk percepatan penurunan stunting.

“Dalam reses ini hadir juga ibu Kabid dari Dinas Kesehatan sehingga dapat mendengarkan langsung aspirasi para kader. Selama ini kader Posyandu telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan dan menjembatani pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, aspirasi terkait peningkatan honor merupakan hal yang sangat layak untuk menjadi perhatian,” ujar Farid.

Ia juga menilai keberadaan Kelompok Wanita Tani memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Menurutnya, aktivitas KWT tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga serta pelestarian lingkungan.

“Peran ibu-ibu KWT sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Aspirasi agar Pemerintah Kota meningkatkan bantuan merupakan masukan yang konstruktif. DPRK Banda Aceh akan mendorong Pemko melalui Dinas P2KP untuk memperkuat dukungan kepada KWT sehingga program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Farid menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan Komisi IV DPRK Banda Aceh dalam pembahasan kebijakan maupun anggaran bersama pemerintah kota, sehingga kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan ketahanan pangan dapat diakomodasi secara bertahap.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM, MKM, Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan Dinas P2KP Kota Banda Aceh, Gunawan Suwarjana, S.TP, Penyuluh Pertanian Kota Banda Aceh, Bustami, SP, MP, serta penyuluh pertanian Kecamatan Kuta Alam.

Melalui reses tersebut, DPRK Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan. (*)