DaerahRagam

Jalan Pedalaman Meureubo Mulai Diaspal, Warga Aceh Barat Harapkan Mobilitas Meningkat

×

Jalan Pedalaman Meureubo Mulai Diaspal, Warga Aceh Barat Harapkan Mobilitas Meningkat

Share this article

Meulaboh – Harapan masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, untuk menikmati akses jalan yang lebih layak mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai pengaspalan ruas jalan yang menghubungkan Desa Balee, Buloh, Reudeup hingga Bukit Jaya.

Ruas jalan tersebut selama ini menjadi jalur utama bagi aktivitas masyarakat pedalaman. Selain mendukung distribusi hasil pertanian, jalan itu juga menjadi akses transportasi bagi pelajar serta jalur menuju fasilitas kesehatan.

Sebelum dilakukan peningkatan, kondisi jalan dinilai memprihatinkan. Sebagian besar badan jalan masih berupa kerikil yang rusak, berlubang, dan kerap tergenang air saat musim hujan. Kondisi tersebut menyulitkan warga, terutama petani yang harus mengangkut hasil panen menuju pasar.

Pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan pembangunan pengaspalan sepanjang 200 meter pada ruas jalan tersebut. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV B Y Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp470,7 juta yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan proses pengaspalan dilakukan setelah seluruh tahapan pengujian teknis dinyatakan memenuhi standar.

“Setelah dilakukan uji sandcone dan profrolling pada ruas jalan Balee-Buloh, hari ini kami mulai melaksanakan pengaspalan,” kata Beni Hardi, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut dia, pengujian tersebut bertujuan memastikan daya dukung tanah dan kualitas badan jalan sebelum lapisan aspal dihamparkan. Dengan demikian, hasil pekerjaan diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Beni mengakui panjang jalan yang diaspal tahun ini masih terbatas karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Namun, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan peningkatan jalan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami berharap pekerjaan yang dilakukan tahun ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, peningkatan ruas jalan yang belum teraspal akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga melibatkan pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan dan standar mutu yang ditetapkan.

Bagi warga pedalaman Meureubo, dimulainya pengaspalan jalan ini menjadi kabar baik setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, menekan biaya distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedalaman Aceh Barat.