HeadlineRagam

Mahasiswa Lintas Prodi USK Raih Juara 2 Nasional di Ajang UNICEF

×

Mahasiswa Lintas Prodi USK Raih Juara 2 Nasional di Ajang UNICEF

Share this article
Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berpose usai menerima penghargaan Juara 2 dalam Lomba Video Kampanye #satsetlawanmisdis yang diselenggarakan UNICEF Indonesia pada Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia. Foto: (Humas USK).

BANDA ACEH — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) di tingkat nasional. Tim lintas program studi berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Video Kampanye #satsetlawanmisdis yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia.

Pengumuman pemenang berlangsung pada puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Sabtu (2/5/2026). Pada ajang tersebut, posisi pertama diraih oleh tim dari Universitas Indonesia, sementara tim USK berhasil mengungguli berbagai perguruan tinggi ternama lainnya.

Tim USK terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Arita Yuda Katiara Rizki dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fikrul Azka dari Ilmu Komunikasi, serta Firdaus Ariansyah dari Teknik Sipil. Mereka menampilkan presentasi yang memadukan data kesehatan yang kuat dengan pendekatan komunikasi kreatif.

Arita menjelaskan, ide karya mereka berangkat dari fenomena yang terjadi di masyarakat terkait kesalahpahaman terhadap imunisasi.

“Kami melihat adanya ironi, di mana masyarakat lebih khawatir terhadap demam ringan pasca-imunisasi, dibandingkan risiko serius seperti penyakit polio yang justru meningkat. Dari situ kami mencoba mengemas pesan kesehatan agar lebih mudah diterima,” ujarnya.

Sementara itu, Fikrul menambahkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan mengusung konsep edutainment dengan teknik mirroring, yakni menggambarkan kepanikan orang tua secara jujur melalui pendekatan parodi.

“Kami ingin pesan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi mampu menggerakkan perubahan perilaku. Karena itu, pendekatan yang kami gunakan harus dekat dengan keseharian masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi capaian, Firdaus menyebutkan bahwa video kampanye yang mereka buat berhasil menjangkau lebih dari 14 ribu tayangan, dengan total waktu tonton mencapai 107.908 detik.

“Sebanyak 97 persen audiens yang menonton menyatakan setuju akan pentingnya imunisasi. Ini menjadi indikator bahwa strategi komunikasi yang kami gunakan cukup efektif menjangkau generasi muda,” ungkapnya.

Keberhasilan ini dinilai sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya bagi anak-anak zero-dose yang selama ini masih sulit dijangkau akibat maraknya misinformasi.

Capaian tersebut sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin mahasiswa USK mampu menghadirkan solusi komunikasi publik yang inovatif dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat.(*)