BANDA ACEH — Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Aceh terus memperkuat kualitas perencanaan pengadaan dengan menggelar kegiatan Coaching Klinik RUP: Awas Salah Input dan Telat Tayang, Selasa (21/4/2026), di Ruang Training Lantai III Gedung F, Komplek Kantor Gubernur Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong tata kelola pengadaan yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel sejak tahap perencanaan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta admin Rencana Umum Pengadaan (RUP) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Kehadiran para peserta ini menunjukkan komitmen kuat lintas perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas perencanaan pengadaan, mengingat peran mereka sangat krusial sebagai ujung tombak dalam proses penyusunan dan penginputan data RUP.
Pelaksana Tugas Kepala BPBJ Setda Aceh, Said Mardhatillah, S.STP., MM., melalui Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan Jasa, Aswansyah Putra, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa akurasi data dan ketepatan waktu penayangan RUP merupakan fondasi utama dalam siklus pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kesalahan dalam penginputan serta keterlambatan penayangan RUP akan berdampak langsung terhadap keseluruhan tahapan pengadaan. Mulai dari proses pemilihan penyedia hingga pelaksanaan kontrak bisa terganggu. Karena itu, penting bagi seluruh pelaksana untuk memahami mekanisme penginputan yang benar dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Aswansyah.
Ia juga menambahkan bahwa dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala teknis, seperti kesalahan pengisian kode akun, ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, hingga keterlambatan dalam memperbarui data. Hal-hal tersebut, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berujung pada revisi berulang, tertundanya proses pengadaan, bahkan berpotensi menimbulkan permasalahan administratif di kemudian hari.
Oleh karena itu, melalui kegiatan coaching klinik ini, BPBJ menghadirkan pendekatan yang lebih aplikatif. Tidak hanya penyampaian materi secara teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung (hands-on) yang memungkinkan peserta untuk mencoba secara langsung proses penginputan RUP di dalam sistem.
“Pendekatan praktik langsung ini penting agar peserta benar-benar memahami alur kerja sistem, mulai dari input data hingga proses penayangan. Dengan demikian, potensi kesalahan dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya.
Selain itu, dalam sesi diskusi interaktif, para peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi ini dimanfaatkan sebagai forum berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi bersama, sehingga permasalahan yang selama ini muncul dapat ditangani secara lebih komprehensif.
Aswansyah, menilai bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengadaan merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang berkualitas. Perencanaan yang matang melalui RUP yang tepat akan berdampak langsung pada kelancaran proses pengadaan, percepatan realisasi anggaran, serta peningkatan kualitas hasil pembangunan.
Lebih lanjut kata Aswansyah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBJ dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan data RUP yang akurat dan tepat waktu, masyarakat dapat mengakses informasi pengadaan secara terbuka, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.
Mengusung semangat “PBJ Tanpa Ribet”, BPBJ terus melakukan berbagai inovasi layanan, termasuk melalui penguatan peran Klinik PBJ. Klinik ini hadir sebagai pusat konsultasi dan pendampingan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan.
Melalui Klinik PBJ, para KPA, PPK, dan admin RUP dapat memperoleh bimbingan teknis secara langsung, baik terkait penginputan data, pemahaman regulasi, hingga penyelesaian permasalahan yang dihadapi di lapangan. Layanan ini diharapkan mampu menjadi solusi cepat dan tepat dalam mendukung kelancaran proses pengadaan di lingkungan Pemerintah Aceh.
“RUP Tepat, Pengadaan Cepat,” menjadi pesan utama yang terus digaungkan dalam kegiatan ini. Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengadaan tidak hanya ditentukan pada tahap pelaksanaan, tetapi dimulai sejak perencanaan yang baik dan terstruktur.
“Dengan adanya kegiatan coaching klinik ini, kami optimistis dapat menekan tingkat kesalahan input, mempercepat proses penayangan RUP, serta meningkatkan kualitas perencanaan pengadaan secara keseluruhan. Dampak akhirnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelaksanaan program pembangunan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata,” Pungkasnya.(*)













