JAKARTA — Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka menyelimuti dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 18 April 2026.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung. Kabar wafatnya disampaikan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, melalui pesan yang diteruskan ke sejumlah grup WhatsApp internal PWI, termasuk Grup PWI Persatuan 2025.
Dalam pesan tersebut, disampaikan ungkapan duka mendalam: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang hari Sabtu pukul 00.05 di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung. Mohon maaf atas segala kesalahan almarhum.”
Kepergian Zulmansyah menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga besar PWI, tetapi juga bagi insan pers di seluruh Indonesia. Dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, almarhum selama ini aktif memperjuangkan profesionalisme wartawan serta menjaga marwah organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.
Zulmansyah Sekedang merupakan putra daerah Aceh, lahir di Aceh Tenggara pada 2 Juli 1972. Kiprahnya di dunia jurnalistik telah teruji selama puluhan tahun, dengan pengalaman panjang di berbagai media serta keterlibatan aktif dalam organisasi kewartawanan. Sosoknya dikenal lugas, komunikatif, serta memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab.
Selama menjabat sebagai Sekjen PWI Pusat, almarhum berperan penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta mendorong adaptasi insan pers terhadap perkembangan teknologi digital. Ia juga dikenal sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pengurus pusat dan daerah.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pers, pejabat pemerintah, hingga komunitas jurnalis di daerah. Banyak yang mengenang almarhum sebagai pribadi yang bersahaja, terbuka, dan selalu siap membantu sesama rekan seprofesi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait rencana pemulangan jenazah maupun prosesi pemakaman almarhum. Namun, sejumlah pihak menyebutkan bahwa keluarga tengah berkoordinasi untuk menentukan lokasi persemayaman dan pemakaman.
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi duka mendalam bagi dunia jurnalistik Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan pers nasional.
Selamat jalan sahabat, selamat jalan tokoh pers.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.(*)













