BeritaDaerahHeadline

PUPR Aceh Barat Survei Jembatan Rusak Panton Makmur–Alue Batee, Siap Direhabilitasi

×

PUPR Aceh Barat Survei Jembatan Rusak Panton Makmur–Alue Batee, Siap Direhabilitasi

Share this article
Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat melakukan peninjauan kondisi jembatan penghubung Desa Panton Makmur–Alue Batee di Kecamatan Arongan Lambalek yang mengalami kerusakan.

Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat melakukan survei terhadap kondisi jembatan penghubung Desa Panton Makmur dan Alue Batee di Kecamatan Arongan Lambalek, menyusul laporan kerusakan dari masyarakat.

Hasil peninjauan tim teknis menunjukkan bahwa kondisi jembatan cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian lantai jembatan yang masih menggunakan papan kayu dilaporkan telah lapuk akibat usia, bahkan sebagian di antaranya sudah patah dan berlubang.

Kerusakan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat visibilitas terbatas. Jembatan ini sendiri merupakan akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan warga dengan menurunkan tim survei ke lokasi.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, kami segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dari hasil inspeksi tersebut, tim memastikan bahwa jembatan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian lantai yang berpotensi membahayakan pengendara.

Fadly menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan penanganan berupa rehabilitasi agar jembatan dapat kembali difungsikan secara aman.

“Insyaallah segera kita tangani, mengingat jembatan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan berkala pasca perbaikan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika ditemukan kerusakan infrastruktur di wilayah lain agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan infrastruktur tetap dalam kondisi baik dan aman digunakan,” ujarnya.

Dengan langkah cepat tersebut, pemerintah daerah berharap akses masyarakat dapat kembali lancar serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir, sekaligus memastikan keberlanjutan aktivitas ekonomi warga di kawasan pedesaan. (*)