HeadlineNasional

Polri Siaga Penuh di Jalur Laut Nasional, 5 Kapal Disiapkan Antisipasi Kecelakaan Mudik 2026

×

Polri Siaga Penuh di Jalur Laut Nasional, 5 Kapal Disiapkan Antisipasi Kecelakaan Mudik 2026

Share this article
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan arahan kepada personel gabungan saat meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3/2026). Foto: (Humas Polri).

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan kesiapsiagaan maksimal dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026, khususnya pada jalur penyeberangan laut strategis di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut, Polri menyiagakan lima kapal utama di titik-titik krusial nasional.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu untuk memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat selama periode mudik.

“Situasi kontinjensi kedaruratan, khususnya kecelakaan di laut, telah kami antisipasi. Sebanyak 16 kapal dan 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri telah disiapkan untuk merespons kondisi darurat secara cepat,” ujar Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3/2026).

Sebagai penguatan pengamanan di jalur laut, Polri menempatkan lima kapal polisi di lokasi strategis, yakni:
*KP BIMA–7014 di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur

*KP KASTURI–6002 di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat

*KP MANYAR–5003 di Pelabuhan Gilimanuk, Bali

*KP GELATIK–5016 di Pelabuhan Merak, Banten

*KP GAGAK–3011 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Kapal-kapal tersebut dilengkapi kemampuan operasional tinggi, dengan kecepatan hingga 30 knots dan daya jelajah mencapai 10 hari. Selain itu, seluruh armada telah dibekali peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama, serta respons cepat dalam situasi darurat di perairan.

Di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, yang menjadi salah satu titik terpadat saat mudik, Polri bersama instansi terkait juga telah menyiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel. Kekuatan tersebut terdiri dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya.

Kesiapan ini diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan operator kapal, guna memastikan setiap potensi gangguan keselamatan dapat ditangani secara cepat dan terpadu.

Selain itu, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real-time dalam mitigasi risiko, mulai dari perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti jaket pelampung, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi darurat.

Berdasarkan prediksi, peningkatan arus mudik di pelabuhan strategis akan mulai terjadi pada pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik diperkirakan pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di pelabuhan, tetapi juga pada jalur distribusi menuju daerah tujuan melalui patroli intensif dan pengawalan.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang aktif selama 24 jam. Seluruh personel diminta mengedepankan respons cepat agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara profesional dan tepat waktu.

Melalui kesiapsiagaan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat selama momentum mudik Lebaran 2026.(*)