Meulaboh — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat telah merampungkan rehabilitasi jembatan gantung di Desa Pungkie, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Dengan selesainya perbaikan tersebut, mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman kembali lancar dan jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga, Minggu 1 Maret 2026.
Jembatan gantung tersebut merupakan akses vital penghubung Desa Pungkie dengan desa-desa di sekitarnya. Infrastruktur ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.
Sebelumnya, kondisi jembatan mengalami kerusakan pada bagian lantai, pengaman, serta jaring pengaman sehingga dinilai membahayakan pengguna yang melintas.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan kerusakan terjadi karena jembatan sering dilintasi kendaraan dengan muatan berat.
“Kerusakan terjadi pada lantai jembatan dan bagian pengaman karena sering dilalui kendaraan dengan muatan besar, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Beni menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi meliputi pembersihan area jembatan, penggantian jaring besi sling, pengelasan lantai jembatan, serta perbaikan tiang pembatas guna memperkuat konstruksi.
Menurutnya, dengan selesainya perbaikan tersebut diharapkan aktivitas perekonomian dan akses sosial masyarakat di wilayah pedalaman dapat kembali berjalan normal.
Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jembatan gantung merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akibat rusaknya akses transportasi, terutama bagi petani yang mengangkut hasil panen.
Beni juga mengimbau masyarakat agar menjaga jembatan tersebut dengan baik dan tidak melintasi jembatan dengan kendaraan roda empat yang membawa muatan lebih dari dua ton karena dapat merusak konstruksi dan membahayakan keselamatan.
“Jembatan ini dapat dilintasi kendaraan roda dua, roda tiga, serta mobil kecil tanpa muatan berat demi menjaga kekuatan jembatan,” pungkasnya.














