BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan jajaran lalu lintas harus terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme guna menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, responsif, dan humanis melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh saat membuka Rakernis Fungsi Lalu Lintas Jajaran Polda Aceh Tahun Anggaran 2026 di Ballroom BSI Landmark, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).
Rakernis tersebut mengusung tema “Digitalisasi Layanan Polantas Guna Mendukung Transformasi Polri dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita.”
Dalam arahannya, Irjen Pol. Ruddi mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran lalu lintas dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Menurutnya, tantangan lalu lintas di Aceh semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta beragamnya kondisi dan karakteristik jalan.
Berdasarkan data IRSMS Polri, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.271 kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 440 orang, luka berat 326 orang, dan luka ringan 3.026 orang.
“Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat langkah pencegahan, edukasi, dan keselamatan berlalu lintas, tanpa mengesampingkan aspek penegakan hukum,” ujar Kapolda.
Sepanjang 2026, jajaran lalu lintas Polda Aceh telah melakukan 6.288 penindakan tilang dan 25.747 teguran terhadap pelanggaran lalu lintas.
Kapolda menekankan, digitalisasi layanan Polantas tidak sekadar mengubah sistem manual menjadi sistem digital. Lebih dari itu, digitalisasi harus menjadi bagian dari perubahan pola kerja dan budaya pelayanan di lingkungan kepolisian.
“Teknologi harus mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi data, memperkuat pengawasan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian,” tegasnya.
Selain digitalisasi, abituren Akabri 1996 itu meminta konsep Polantas Karib benar-benar diwujudkan dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, personel lalu lintas harus mengedepankan sikap aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas. Pelayanan lalu lintas tidak boleh hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran, kedekatan, dan kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh bersama Dirlantas Polda Aceh juga memberikan penghargaan kepada personel dan satuan yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas.
Aipda Muslifuatdi dari Satlantas Polres Aceh Jaya meraih Juara I Nasional Pengisian E-Turjawali.
Sementara itu, Satlantas Polres Lhokseumawe menerima penghargaan atas prestasi dalam penindakan knalpot brong terbanyak.
Penghargaan juga diberikan kepada Satlantas Polres Aceh Timur atas keberhasilannya mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari.
Kapolda berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja, sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam mendukung tugas kepolisian di bidang lalu lintas.
Rakernis tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar, serta para Kasatlantas jajaran.(*)














