HeadlinePariwara

Tak Hanya Snorkeling dan Diving, Paddle Board Jadi Daya Tarik Baru Wisata Bahari Sabang

×

Tak Hanya Snorkeling dan Diving, Paddle Board Jadi Daya Tarik Baru Wisata Bahari Sabang

Share this article

PARIWARA

Dua wisatawan menikmati aktivitas paddle board di perairan jernih Sabang dengan latar bangkai kapal bawah laut yang menjadi daya tarik wisata bahari Pulau Weh. Foto: (Dispar Sabang).

SABANG – Ragam wisata bahari di Sabang terus berkembang. Selain snorkeling, diving, dolphin trip, dan kayak transparan, kini wisatawan juga dapat merasakan sensasi bermain paddle board di perairan jernih dan tenang di sekitar Pulau Weh.

Kehadiran paddle board semakin melengkapi pilihan aktivitas laut yang dapat dinikmati pengunjung. Olahraga air yang memadukan keseimbangan dan ketenangan ini menjadi alternatif favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama laut secara lebih santai namun tetap aktif.

Dengan berdiri di atas papan dan mendayung perlahan, wisatawan dapat menyusuri perairan biru sebening kaca. Ombak yang relatif tenang di sejumlah titik membuat aktivitas ini terasa aman dan nyaman, bahkan bagi pemula. Banyak wisatawan menyebut paddle board sebagai bentuk “healing” di tengah suasana pulau yang asri dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan tren wisata bahari berbasis minat khusus seperti paddle board menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, diversifikasi atraksi wisata menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing Sabang sebagai destinasi unggulan.

“Paddle board menjadi salah satu daya tarik baru wisata bahari di Sabang karena menawarkan pengalaman menikmati laut secara langsung dan santai. Kami mendukung pelaku usaha lokal untuk terus menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan,” ujar Harry, Sabtu (1/2/2026).

Ia menambahkan, sejumlah titik perairan di Sabang memiliki karakter laut yang relatif tenang dengan tingkat kejernihan air yang sangat baik. Kondisi tersebut mendukung pengembangan aktivitas seperti paddle board tanpa mengganggu ekosistem laut.

Beberapa lokasi favorit wisatawan antara lain kawasan Iboih, Gua Sarang, Pulau Klah, hingga Pantai Sumur Tiga. Setiap lokasi menawarkan lanskap berbeda, mulai dari tebing karang, hamparan pasir putih, hingga laut lepas dengan gradasi warna biru yang memukau.

Sementara itu, pelaku usaha paddle board di Sabang, Muhammad Fachrurrazi, atau akrab disapa Oji, mengatakan minat wisatawan terhadap aktivitas ini cukup stabil, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Menurutnya, tarif permainan relatif terjangkau dan disesuaikan dengan jumlah peserta. Untuk satu orang dengan satu papan dikenakan tarif Rp100 ribu. Sementara dua orang dengan satu papan Rp150 ribu, dan dua orang dengan dua papan Rp200 ribu. Harga tersebut di luar biaya dokumentasi.

“Kami juga menyediakan dokumentasi drone Rp500 ribu dan dokumentasi foto Rp250 ribu dengan durasi sekitar 30 menit. Total durasi bermain sekitar satu jam, termasuk briefing dan pendampingan dasar sebelum tamu turun ke laut,” ujar Oji.

Sebelum memulai aktivitas, wisatawan terlebih dahulu diberikan pengarahan singkat terkait teknik dasar berdiri, menjaga keseimbangan, serta cara mendayung yang aman. Life jacket juga disediakan untuk memastikan keselamatan, terutama bagi pemula.

Oji menjelaskan, pemilihan lokasi bermain sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keamanan di lapangan. Jika ombak sedang tinggi atau angin kencang, lokasi akan dipindahkan ke perairan yang lebih teduh.

“Biasanya tergantung permintaan tamu, bisa di Iboih, Gua Sarang, Pulau Klah, atau Sumur Tiga. Kami selalu menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan keamanan,” katanya.

Selain memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan, paddle board juga dinilai ramah lingkungan. Aktivitas ini tidak menggunakan mesin sehingga tidak menimbulkan polusi suara maupun limbah bahan bakar. Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang tengah didorong pemerintah daerah.

Sabang sendiri selama ini dikenal sebagai surga wisata bahari di ujung barat Indonesia. Keindahan bawah lautnya telah lama menjadi magnet bagi penyelam domestik maupun mancanegara. Dengan tambahan atraksi seperti paddle board, pilihan aktivitas wisata menjadi semakin variatif dan inklusif bagi berbagai kalangan usia.

Bagi wisatawan yang tidak ingin menyelam atau snorkeling, paddle board menjadi pilihan ideal untuk tetap menikmati keindahan laut dari permukaan. Aktivitas ini juga populer sebagai latar foto dan konten media sosial karena menyajikan panorama laut yang spektakuler.

Pemerintah dan pelaku usaha berharap tren positif ini dapat terus berkembang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. Edukasi kepada wisatawan untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak ekosistem laut juga menjadi bagian dari komitmen bersama.

Dengan kombinasi laut jernih, angin sepoi-sepoi, dan panorama alam yang masih terjaga, paddle board kini menjadi alternatif wisata yang semakin memperkaya pengalaman berkunjung ke Sabang.

Inovasi atraksi bahari ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata laut yang lengkap dan berkelanjutan.(*)