HeadlinePariwara

Pantai Kasih, Spot Sunset Ikonik di Jantung Kota Sabang

×

Pantai Kasih, Spot Sunset Ikonik di Jantung Kota Sabang

Share this article

PARIWARA

Sejumlah pengunjung berpose ceria di hamparan pasir putih Pantai Kasih, Sabang, dengan latar laut biru jernih dan langit cerah saat menikmati suasana sore hari. Foto: (Dispar Sabang).

Sabang – Di tengah geliat pariwisata bahari Sabang yang kian berkembang, Pantai Kasih tampil sebagai salah satu ikon wisata yang tak pernah sepi pengunjung. Berada di Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, pantai ini dikenal luas sebagai spot terbaik menikmati matahari terbenam dengan latar laut lepas yang membentang luas.

Lokasinya yang hanya berjarak sekitar tiga hingga sepuluh menit dari pusat kota menjadi keunggulan tersendiri. Akses yang mudah melalui Jalan Sultan Hasanuddin membuat wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, dapat menjangkau pantai ini tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat menjadikan Pantai Kasih sebagai ruang publik terbuka yang hidup, terutama pada sore hari.

Hamparan pasir putih lembut berpadu dengan batuan karang eksotis yang tersebar di beberapa titik menjadi daya tarik visual utama. Ketika senja tiba, langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, memantul di permukaan laut yang tenang. Momen inilah yang kerap diburu pengunjung untuk diabadikan melalui kamera ponsel maupun perangkat fotografi profesional.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan Pantai Kasih memiliki kombinasi lanskap alam dan aksesibilitas yang jarang dimiliki destinasi lain di Sabang. Menurutnya, pantai ini merupakan contoh kawasan wisata yang tumbuh harmonis di tengah kota.

“Pantai Kasih menjadi salah satu spot sunset terbaik di Sabang karena posisinya strategis dan menghadirkan suasana yang nyaman untuk bersantai. Kami terus mendorong promosi destinasi ini sebagai bagian dari kekuatan wisata bahari Sabang,” ujar Harry, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, keberadaan Pantai Kasih tidak hanya penting sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Banyak warga memanfaatkan area ini untuk berjalan santai, berolahraga ringan, hingga sekadar duduk menikmati angin laut selepas aktivitas harian.

Selain panorama senja, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas. Perairan yang relatif tenang memungkinkan wisatawan berenang di area dangkal. Beberapa titik juga cukup menarik untuk snorkeling ringan, terutama saat kondisi air jernih. Bagi yang tidak ingin basah, berjalan santai menyusuri garis pantai atau duduk di atas batu karang menjadi pilihan yang tak kalah menyenangkan.

Keunikan Pantai Kasih juga terletak pada komposisi bentang alamnya. Deretan pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai menciptakan siluet indah saat matahari terbenam. Sementara itu, formasi batuan karang memberikan kesan dramatis yang kerap menjadi latar foto favorit pengunjung.

Keuchik Gampong Kuta Ateuh, Zulfan Bahri, menyebutkan bahwa Pantai Kasih memiliki karakter berbeda dibanding pantai lain di sekitarnya. Ia menilai kondisi perairan yang tidak terlalu banyak karang di area dangkal menjadikannya relatif lebih aman bagi pengunjung yang ingin berenang.

“Kami terus mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak lingkungan pantai. Dengan dukungan bersama, Pantai Kasih akan tetap asri dan menjadi kebanggaan Gampong Kuta Ateuh,” kata Zulfan.

Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci utama menjaga kelestarian pantai. Pemerintah gampong bersama masyarakat setempat rutin mengingatkan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan. Upaya tersebut dilakukan agar keindahan alam yang menjadi daya tarik utama tetap terjaga dalam jangka panjang.

Dari sisi fasilitas, kawasan Pantai Kasih cukup memadai. Di sepanjang area pesisir tersedia sejumlah café dan warung makan yang menyajikan aneka kuliner lokal maupun minuman ringan. Pengunjung dapat menikmati kopi atau hidangan laut sembari menanti matahari tenggelam di ufuk barat. Selain itu, terdapat pula penginapan di sekitar pantai bagi wisatawan yang ingin bermalam dan menikmati suasana lebih lama.

Letaknya yang berdekatan dengan Pantai Paradiso dan kawasan Sabang Fair semakin memperkuat daya tarik pesisir Sukakarya sebagai koridor wisata. Wisatawan dapat menjelajahi beberapa lokasi dalam satu waktu tanpa harus berpindah jauh.

Tidak adanya tiket masuk atau retribusi khusus juga menjadi faktor yang membuat Pantai Kasih semakin diminati. Pengunjung cukup datang dan menikmati suasana tanpa beban biaya tambahan. Hal ini menjadikan pantai tersebut sebagai pilihan rekreasi yang ramah bagi semua kalangan.

Seiring meningkatnya kunjungan, pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan kawasan agar tetap tertib dan nyaman. Penataan parkir, kebersihan, serta keamanan menjadi perhatian utama agar pengalaman wisata tetap positif bagi setiap pengunjung.

Bagi warga Sabang, Pantai Kasih bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari keseharian. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati waktu santai. Remaja memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul, sementara wisatawan luar daerah melihatnya sebagai simbol keramahan dan keindahan Sabang.

Dengan kombinasi akses mudah, fasilitas pendukung, serta panorama golden hour yang memikat, Pantai Kasih terus mengukuhkan diri sebagai spot sunset ikonik di jantung kota. Di tempat inilah, laut, langit, dan kehidupan kota berpadu dalam harmoni, menghadirkan pengalaman sederhana namun berkesan bagi siapa saja yang datang.(*)