Aceh Besar — Bupati Aceh Besar Muharram Idris meresmikan pemasangan portal pintu masuk dan keluar di kawasan Pasar Induk Aceh Besar sebagai upaya menertibkan arus lalu lintas dan mencegah kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan aktivitas jual beli masyarakat.
“Ini pertama kali kita launching portal keluar-masuk Pasar Induk agar lebih tertib. Kita ingin melihat apakah pengguna pasar, baik masyarakat maupun pedagang, bisa tertib dan lancar. Harapannya ke depan bisa ditambah jika diperlukan, terutama pada hari-hari tertentu saat pasar padat,” ujar Muharram Idris, Kamis (22/1/2026).
Selain meninjau kelancaran lalu lintas, Bupati juga memantau harga kebutuhan pokok di pasar guna mengantisipasi potensi inflasi. Berdasarkan hasil peninjauan, harga komoditas masih dalam kondisi normal.
“Harga pasar masih normal. Cabai hari ini Rp20 ribu per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Ini masih standar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar juga menggelar rapat singkat bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas penataan ruang Pasar Induk. Ia menyoroti keberadaan pedagang yang masih berjualan di badan jalan, termasuk pedagang durian dan sejumlah pedagang kaki lima.
“Kita akan tertibkan. Tahap awal akan kita surati dulu. Jika masih membandel, terpaksa dilakukan penertiban. Kita lebih mengutamakan kepentingan orang banyak agar masyarakat nyaman beraktivitas dan berbelanja,” tegasnya.
Muharram Idris menambahkan, penataan juga akan dilakukan terhadap lapak-lapak dan gerai liar yang sebelumnya telah dibongkar. Area tersebut direncanakan akan diaspal untuk dijadikan lahan parkir agar masyarakat lebih mudah dan nyaman.
“Kita ingin semua aktivitas jual beli berada di dalam pasar, bukan di pintu gerbang atau badan jalan. Pintu keluar-masuk harus terbuka lebar supaya arus lalu lintas lancar dan tidak sempit,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga berencana menerapkan sistem serupa di pasar-pasar lain. Bupati berharap seluruh pihak, mulai dari pengelola pasar hingga petugas keamanan, turut menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.(*)












