EkonomiHeadline

Harga Emas di Banda Aceh Kembali Naik, Jadi Rp7,8 Juta per Mayam

×

Harga Emas di Banda Aceh Kembali Naik, Jadi Rp7,8 Juta per Mayam

Share this article
Aktivitas jual beli emas di Toko Emas Italy Pasar Aceh, Banda Aceh, Rabu (7/1/2026). Foto: Suara Aceh.

Banda Aceh — Harga emas di Banda Aceh kembali mengalami kenaikan. Pada Rabu, 7 Januari 2026, harga emas tercatat mencapai Rp7.820.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Sebelumnya, harga emas sempat bertahan di kisaran Rp7.600.000 per mayam.

Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah, mengatakan kenaikan harga emas terjadi dalam dua hari terakhir setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan.
“Kalau kita lihat dalam dua hari terakhir, harga emas naik kembali menjadi Rp7.820.000 per mayam,” kata Dava, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela, yang mendorong investor asing kembali memborong emas dalam jumlah besar.
“Investor saat ini kembali membeli emas dalam jumlah besar. Apabila situasi keamanan dunia semakin tidak stabil, diprediksi harga emas akan terus naik. Ke depan, harga emas bisa menembus Rp8 juta lebih per mayam,” ujarnya.

Terkait aktivitas jual beli, Dava menyebutkan bahwa minat masyarakat untuk membeli emas masih cukup tinggi. Saat ini, sekitar 70 persen transaksi didominasi pembelian, sementara 30 persen lainnya merupakan penjualan.

Bahkan, kata dia, di sejumlah butik emas besar di Jakarta, stok emas dilaporkan kosong akibat tingginya permintaan masyarakat.
“Di kota besar seperti Jakarta, antrean panjang dan stok kosong. Sementara di Banda Aceh, Alhamdulillah stok masih tersedia, meskipun tidak sampai berbondong-bondong. Daya beli masyarakat masih ada,” jelasnya.(*)