Banda Aceh — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bergerak cepat memulihkan layanan perbankan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Dalam kurun waktu dua pekan, BSI memastikan seluruh 145 outlet di Aceh telah kembali beroperasi normal, sekaligus membuka layanan khusus penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) bagi masyarakat terdampak banjir.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan harta benda, termasuk uang tunai yang terendam air dan lumpur. Selain pemulihan layanan, BSI juga melakukan pembersihan kantor cabang, pengaktifan jaringan telekomunikasi, penyaluran bantuan logistik lebih dari 140 ton, serta pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan empati mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mengaku menyaksikan langsung upaya masyarakat menyelamatkan uang tunai yang rusak akibat banjir.
“Banyak warga berusaha mengeringkan lembaran uang yang tertimbun lumpur. Karena itu, BSI membuka layanan penukaran uang rusak di seluruh outlet BSI di Aceh agar uang tersebut dapat ditukarkan sesuai ketentuan dan kembali dimanfaatkan,” ujar Anggoro, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, proses penukaran UTLE dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi Bank Indonesia, meliputi verifikasi fisik uang serta pencatatan identitas nasabah. Menurutnya, layanan ini tidak sekadar aktivitas perbankan, tetapi bagian dari upaya memulihkan hak finansial dan rasa aman masyarakat di tengah masa sulit.
Anggoro juga mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan digital dan e-channel BSI seperti BSI Call 14040, BYOND by BSI, BSI ATM, BSI Agen, BSI Net Banking, BEWIZE, serta BSI Cash Management, guna mengoptimalkan transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.(*)












