HeadlinePariwara

Batu Kapal Iboih, Spot Senja Eksotis di Pesisir Sabang

×

Batu Kapal Iboih, Spot Senja Eksotis di Pesisir Sabang

Share this article
Tebing unik Batu Kapal di kawasan Iboih, Sabang, tampak berdiri kokoh di tepi laut dengan bebatuan karang yang menghiasi pesisir. Foto: (Dispar Sabang).

Sabang – Kota Sabang kembali menghadirkan pesona alam yang memikat melalui destinasi tersembunyi bernama Batu Kapal Iboih. Lokasi ini mulai dilirik wisatawan pencinta alam karena menawarkan panorama tebing unik menyerupai kapal raksasa yang berdiri kokoh di tepi laut lepas.

Batu Kapal berada di kawasan Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang. Tepatnya di jalur menuju The Pade Dive Resort sebelum sampai ke Gua Sarang. Letaknya tidak jauh dari badan jalan utama sehingga cukup mudah dikenali oleh pengunjung, meski belum dilengkapi papan penunjuk arah yang memadai.

Untuk mencapainya, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di tepi jalan utama, kemudian berjalan kaki sekitar lima menit dari jalan beraspal. Akses selanjutnya dilanjutkan dengan menuruni anak tangga sederhana yang mengarah langsung ke kawasan tebing. Meski jalurnya relatif singkat, wisatawan tetap disarankan berhati-hati karena beberapa titik cukup curam, terutama saat musim hujan.

Keunikan utama Batu Kapal terletak pada formasi batu karangnya yang menyerupai kapal besar yang sedang berlabuh. Dari kejauhan, siluet tebing tersebut tampak seperti badan kapal lengkap dengan “haluan” yang menghadap ke laut lepas. Paduan warna biru laut, hijaunya vegetasi, dan tekstur batu yang eksotis menjadikan lokasi ini sebagai spot foto favorit.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Iboih, Tarmizi, mengatakan Batu Kapal memiliki potensi besar sebagai wisata minat khusus berbasis alam. Menurutnya, keunikan bentuk batu dan pemandangan laut lepas menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

“Batu Kapal ini punya ciri khas tebing yang bentuknya seperti kapal, dan itu jarang ditemukan di tempat lain. Kami berharap pengunjung tetap menjaga kebersihan agar keasriannya tetap terjaga,” ujar Tarmizi, Minggu (04/01/2026).

Selain sebagai spot foto ikonik, kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik terbaik menikmati matahari terbenam di Sabang. Saat sore hari, langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan. Cahaya matahari yang meredup memantul di permukaan laut, sementara siluet batu berbentuk kapal tampak semakin dramatis. Panorama tersebut kerap menjadi momen yang diburu para pemburu senja dan fotografer.

Tak heran jika Batu Kapal juga dikenal sebagian wisatawan dengan sebutan “Secret Beach”. Meski bukan pantai berpasir luas, kawasan ini memiliki area datar di sekitar tebing yang cukup nyaman untuk bersantai. Banyak pengunjung datang sekadar duduk menikmati debur ombak, bercengkerama bersama teman, atau menikmati bekal sederhana sambil menunggu matahari tenggelam.

Aktivitas lain yang sering dilakukan di lokasi ini antara lain camping, berswafoto, hingga bermain paddle boat di perairan sekitar yang relatif tenang saat cuaca cerah. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung biasanya meningkat, terutama wisatawan domestik yang ingin mencari suasana berbeda dari destinasi utama seperti Pantai Iboih.

Salah satu pengunjung, Fandi, mengaku kerap memanfaatkan lokasi tersebut untuk berkemah bersama rekan-rekannya. Menurutnya, suasana yang masih sepi dan alami menjadi daya tarik tersendiri.

“Kalau sore pemandangannya indah sekali, apalagi saat sunset. Banyak juga yang datang untuk camping, paddle boat, atau sekadar foto-foto di tebing. Tempatnya masih alami, jadi terasa lebih tenang,” kata Fandi.

Meski memiliki potensi besar, Batu Kapal hingga kini masih minim fasilitas umum. Belum tersedia toilet permanen, tempat sampah memadai, maupun papan informasi yang menjelaskan sejarah atau karakteristik kawasan tersebut. Kondisi ini di satu sisi menjaga kesan alami, namun di sisi lain membutuhkan kesadaran tinggi dari pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah.

Pengembangan wisata di Batu Kapal diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pemerintah daerah bersama Pokdarwis setempat berupaya mendorong promosi tanpa mengorbankan keasrian lingkungan. Edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan keselamatan juga menjadi perhatian.

Kawasan Iboih sendiri selama ini dikenal sebagai pusat wisata bahari Sabang dengan keindahan bawah lautnya. Kehadiran Batu Kapal semakin memperkaya pilihan destinasi, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda bukan hanya snorkeling dan diving, tetapi juga menikmati panorama tebing dan sunset dari sudut yang unik.

Dengan karakter alam yang masih terjaga, Batu Kapal berpotensi menjadi ikon wisata baru Sabang jika dikelola secara tepat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata menjadi kunci agar destinasi ini berkembang tanpa kehilangan identitas alaminya.

Di ujung barat Indonesia, Batu Kapal berdiri sebagai saksi keindahan senja yang memukau. Setiap sore, saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala, tebing berbentuk kapal itu seolah benar-benar berlayar menuju horizon, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikannya.(*)