Aceh Tamiang – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali meninjau kondisi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Kamis siang. Dalam kunjungan kedua ini, Mualem tiba bersama tim medis dari organisasi kemanusiaan Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia yang membawa berbagai jenis obat-obatan untuk pengungsi.
Mualem tiba menggunakan helikopter dari Banda Aceh dan langsung melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik pengungsian dengan mobil bak terbuka, memilih duduk di bagian belakang pikap sambil mengenakan masker untuk memudahkan interaksi dengan warga di sepanjang rute yang dilalui.
Sesampainya di posko, Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terus bekerja memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kita usahakan semaksimal mungkin. Mana yang dibutuhkan oleh rakyat, kita tetap sediakan sembako, obat-obatan, dan lain sebagainya,” ujar Mualem.
Ia mengakui bahwa kebutuhan di lapangan masih sangat besar.
“Sangat perlu dan masih kurang semuanya. Dari A sampai Z kurang semua, kecuali sembako yang sudah tersalur merata,” ungkapnya.
Mualem juga membuka ruang bagi bantuan internasional untuk memperkuat penanganan darurat.
“Dari internasional, kita tidak apa. Kalau mereka memberi, kita terima. Ini kemanusiaan,” katanya.
Terkait rencana pemulihan jangka menengah, Mualem memastikan pemerintah pusat telah membahas penanganan bagi korban yang kehilangan rumah.
“Kita sudah duduk dengan para menteri dan Presiden. Ini mau difasilitasi mungkin rumah sementara, dan rumah layak huni untuk permanen,” jelasnya.
Menyoroti area yang mengalami kerusakan berat dan banyaknya material kayu terbawa arus banjir bandang, Mualem mengatakan akan dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Yang dibawa arus semua kayu, kita akan evaluasi dulu bagaimana langkah yang kita ambil ke depan,” ujarnya.
Kunjungan ini menandai komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat layanan kemanusiaan, khususnya kesehatan, di tengah masih sulitnya akses dan besarnya kebutuhan penyintas di Aceh Tamiang.(*)













