HeadlinePemerintah

Pemerintah Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat Dua Pekan, Fokus pada Rehabilitasi dan Pemenuhan Kebutuhan Mendesak Warga

×

Pemerintah Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat Dua Pekan, Fokus pada Rehabilitasi dan Pemenuhan Kebutuhan Mendesak Warga

Share this article
Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau perkembangan penanganan darurat banjir dan longsor di Aceh, Rabu (10/12/2025). Foto: (Humas Aceh)

Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama dua minggu ke depan, dengan fokus utama pada proses rehabilitasi, pemulihan akses wilayah, dan percepatan distribusi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih, obat-obatan, dan logistik.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa keputusan perpanjangan dilakukan setelah tim gabungan turun langsung ke wilayah-wilayah terdampak untuk mengevaluasi kondisi terkini.

“Pada prinsipnya kita sudah survei ke lapangan. Kita perlu perpanjangan dua minggu lagi untuk rehabilitasi dan penanganan lanjutan,” ujar Mualem.

Meski akses ke seluruh lokasi terdampak disebut telah dapat dijangkau, Gubernur menegaskan masih banyak titik yang membutuhkan penguatan bantuan lintas sektor.

“Secara umum sudah terjamah semuanya, tapi tetap perlu kita bantu lagi. TNI, Polri, dan unsur sipil akan kita gerakkan,” katanya.

Menjawab keluhan warga di sejumlah titik pengungsian terkait kelangkaan air bersih, Gubernur memastikan bahwa pihaknya terus mengupayakan suplai secara maksimal.

“Memang kita kurang, tapi apa boleh buat. Sedang kita siapkan dan sudah kita siapkan. Akan segera menyusul ke lapangan supaya masyarakat betul-betul mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Gubernur juga menanggapi adanya kabar bahwa sekitar 80 ton logistik diduga tidak tepat sasaran. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Itu berita burung. Kita tidak langsung percaya. Kita akan cek apakah betul atau tidak. Kita mohon kepada relawan dan Bupati Bener Meriah agar pembagian logistik dilakukan seadil-adilnya,” ujarnya.

Berkurangnya pasokan BBM juga masih menjadi hambatan utama, terutama karena beberapa jembatan dan jalur distribusi belum dapat dilalui.

“BBM memang terlalu kurang. Akses jembatan yang rusak masih menghambat pendistribusian,” katanya.

Saat ini masih tingginya kasus gatal-gatal, infeksi kulit, batuk, serta keluhan lain di pengungsian membuat kebutuhan obat-obatan meningkat tajam.

“Pak Presiden akan mengirim obat-obatan, plus dokter dan perawat ke kabupaten/kota yang paling membutuhkan seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen,” jelasnya.

Selain itu, bantuan kemanusiaan juga berdatangan dari luar negeri. Gubernur menyebut bantuan 3 ton obat-obatan dan pakaian dari Relawan BSR di Kuala Lumpur telah tiba dan siap didistribusikan.

Sementara itu, tim relawan dari China yang sebelumnya melakukan pencarian korban hilang di wilayah bener meriah,Bireuen, Pidie Jaya menghadapi kesulitan akibat medan yang masih dipenuhi kayu dan endapan lumpur. Mereka berencana memindahkan operasi ke wilayah lain yang masih ditemukan laporan warga hilang.(*)