Pidie Jaya – Dengan mengangkat judul “Merawat Persaudaraan di Tengah Masyarakat Multikultural,” Kafilah Aceh Besar tampil memukau pada babak final cabang Syarhil Qur’an Putra Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII tingkat Provinsi Aceh tahun 2025, yang digelar di Gedung Utama MTQ, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (6/11/2025) malam.
Tim yang diperkuat oleh M. Habib Al-Awwal, Hafid Akbar, dan Ahmad Al-Kindy itu menghadirkan perpaduan apik antara lantunan ayat suci, penyampaian syarah yang menyentuh, serta terjemahan penuh penghayatan. Pesan yang mereka gaungkan menitikberatkan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Melalui syarahannya, peserta menegaskan bahwa Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup bagi umat manusia untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan sosial meski berbeda suku, budaya, maupun latar belakang.
“Di tengah masyarakat yang multikultural, kita dituntut menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan memperkuat nilai kebersamaan. Itulah pesan utama Al-Qur’an yang harus kita amalkan,” lantun mereka yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin.
Penampilan tersebut tak hanya menunjukkan kekompakan, namun juga kekuatan retorika dan kedalaman pesan dakwah sehingga mampu memikat perhatian penonton hingga akhir.
Ketua Kafilah Aceh Besar, Farhan AP, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kontribusi anak-anak Aceh Besar dalam menyampaikan dakwah Qur’ani di pentas MTQ tingkat provinsi.
“Mereka tampil bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga membawa pesan besar tentang pentingnya merawat persaudaraan. Tema mereka sangat relevan dengan kondisi masyarakat hari ini,” ujarnya.
Ia berharap doa dan dukungan masyarakat terus menyertai perjuangan seluruh kafilah Aceh Besar yang berlaga pada MTQ ke-37 tersebut.
“Semoga penampilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*)












