HeadlinePariwara

Masjid Agung Babussalam Sabang: Ikon Religi, Penjaga Sejarah dan Identitas Budaya Kota Sabang

×

Masjid Agung Babussalam Sabang: Ikon Religi, Penjaga Sejarah dan Identitas Budaya Kota Sabang

Share this article
Masjid Agung Babussalam Sabang menjadi ikon wisata religi di Gampong Kuta Ateuh, Sabang. Bangunan megah dengan kubah besar dan menara menjulang ini merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sejarah masyarakat Pulau Weh. Foto: (Suara Aceh).

Sabang – Di tengah pesona alam Pulau Weh yang memikat, berdiri sebuah bangunan megah yang telah menjadi saksi perjalanan panjang sejarah, budaya, dan religiusitas masyarakat Sabang: Masjid Agung Babussalam. Masjid terbesar dan tertua di kota ini bukan hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial, simbol budaya, serta destinasi wisata religi yang terus menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Terletak di Gampong Kuta Ateuh, masjid ini telah menjadi landmark spiritual Kota Sabang sejak pertama kali dibangun. Dengan usia lebih dari setengah abad, Masjid Agung Babussalam bukan sekadar bangunan, melainkan ruang yang menyimpan cerita kebersamaan masyarakat, semangat gotong royong, dan nilai budaya yang terjaga hingga kini.

Pemerhati sejarah Kota Sabang, Albina Arrahman, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Agung Babussalam dimulai pada tahun 1965 dan diresmikan tahun 1971. Pembangunannya dilakukan melalui kerja sama erat antara masyarakat dan pemerintah daerah saat itu, memadukan tenaga sukarela, kontribusi dana, dan material bangunan yang dikumpulkan secara swadaya.

“Masjid Agung Sabang mulanya berpusat di Masjid Kampung Haji atau Baiturrahim yang sudah ada sejak 1920-an. Namun ketika Sabang berubah status menjadi Kota Praja tahun 1965, dibutuhkan masjid yang lebih luas sebagai pusat keagamaan seluruh masyarakat,” ujar Albina, Jumat (31/10/2025).

Pembangunan masjid ini menandai babak baru bagi masyarakat Sabang dalam menata ruang ibadah yang representatif, sekaligus menghadirkan simbol religiusitas yang dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala besar.

Secara visual, Masjid Agung Babussalam tampil dengan desain arsitektur yang memukau. Kubah besar yang menjulang tinggi dan menara yang dapat terlihat dari berbagai sudut kota menjadikan masjid ini sebagai landmark mencolok di Sabang. Perpaduan konsep arsitektur tradisional Aceh dengan sentuhan modern membuatnya tampak megah sekaligus hangat.

Di bagian interior, pengunjung disambut oleh kaligrafi Al-Quran yang menghiasi dinding dan langit-langit masjid. Ornamen khas Aceh, seperti motif bungong seulanga dan ukiran kayu tradisional, memperkuat identitas budaya lokal yang melekat pada bangunan ini.

Setiap detail arsitektur yang ditata dengan elegan mencerminkan cita rasa seni masyarakat Aceh yang kaya dan spiritual. Keindahan inilah yang membuat masjid ini menjadi objek foto favorit bagi wisatawan yang ingin menangkap keindahan arsitektur islami Indonesia.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Agung Babussalam telah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang menggerakkan masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Setiap hari, ratusan jamaah datang untuk melaksanakan salat lima waktu. Pada hari Jumat, halaman masjid dipadati ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota.

Masjid ini juga menjadi lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan penting, termasuk:

Pengajian rutin, Pelatihan pendidikan agama, Kegiatan sosial Ramadan dan Idulfitri, Pertemuan komunitas muslim Sabang, Pelaksanaan ibadah hari besar Islam.

Dengan kapasitas menampung puluhan ribu jamaah, masjid ini menjadi pusat spiritual yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman dan kebersamaan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Sushetia, menyebut bahwa Masjid Agung Babussalam merupakan salah satu destinasi wisata religi unggulan di Sabang. Tidak hanya karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena keindahan arsitektur dan suasana spiritual yang menenangkan.

“Wisata religi seperti Masjid Agung Babussalam adalah kekayaan Sabang yang bernilai sejarah dan spiritual, sehingga sangat potensial menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” ujar Harry.

Wisatawan yang berkunjung ke Sabang sering menjadikan masjid ini sebagai lokasi pertama untuk beribadah, bersantai, atau sekadar menikmati ketenangan suasana masjid. Banyak pula turis lokal yang datang untuk mengabadikan keindahan masjid, terutama pada sore hari ketika cahaya matahari mempertegas bentuk kubah dan menara.

Selama lebih dari lima dekade berdiri, Masjid Agung Babussalam telah beberapa kali mengalami renovasi. Namun, setiap perbaikan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan tidak menghilangkan keaslian arsitektur dan nilai historis yang melekat pada masjid tersebut.

Renovasi meliputi: Penguatan struktur bangunan,
Perbaikan interior, termasuk karpet dan pencahayaan, Penambahan fasilitas wudu, Penataan halaman dan parkir, Peningkatan kapasitas jamaah.

Seluruh penataan dilakukan agar masjid tetap nyaman digunakan untuk kegiatan ibadah dan kunjungan wisata religi, tanpa mengubah identitas asli bangunannya.

Masjid Agung Babussalam bukan hanya bangunan megah, tetapi simbol kebanggaan masyarakat Sabang. Masjid ini menjadi representasi kuat dari perjalanan sejarah kota, identitas budaya masyarakat, serta kekuatan spiritual yang mengakar kuat.

Dari masa ke masa, masjid ini telah menjadi tempat di mana masyarakat menemukan ketenangan, memperkuat solidaritas, dan mempererat hubungan sosial. Setiap sudut masjid mengandung cerita, mulai dari proses pembangunannya yang mengandalkan gotong royong, hingga peran pentingnya dalam setiap aktivitas masyarakat.

Masjid Agung Babussalam juga menjadi saksi bagaimana Sabang terus tumbuh sebagai kota yang modern namun tetap menjaga adat dan nilai-nilai budaya.

Bagi wisatawan yang datang ke Sabang, kunjungan ke Masjid Agung Babussalam adalah kesempatan mengenal Sabang lebih dalam. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini memberikan pengalaman spiritual, historis, dan budaya yang menyatu dalam satu ruang.

Wisatawan dapat menikmati:

Keindahan arsitektur masjid, Suasana spiritual yang menenangkan, Informasi sejarah dan budaya Sabang, Pemandangan menara dan kubah yang ikonik, Interaksi dengan masyarakat lokal.

Dengan segala keunggulannya, tidak berlebihan jika Masjid Agung Babussalam disebut sebagai salah satu permata budaya Sabang yang wajib dikunjungi.(*)

Advertorial.