HeadlinePariwara

Menjelajahi Keunikan Wisata Panas Bumi di Ujung Barat Indonesia

×

Menjelajahi Keunikan Wisata Panas Bumi di Ujung Barat Indonesia

Share this article
Wisatawan asing berswafoto di kawasan wisata panas bumi Gunung Jaboi, menikmati keunikan aktivitas vulkanik dan panorama alam Desa Jaboi. Foto: (Suara Aceh)

Sabang – Pulau Weh dikenal luas sebagai destinasi bahari yang menawan, namun keindahan Sabang tidak berhenti di pantai dan lautan birunya. Di balik pesona bawah laut yang mendunia, Sabang juga menyimpan keajaiban alam yang jarang dimiliki daerah lain: wisata panas bumi Gunung Jaboi. Terletak di Desa Jaboi, kawasan panas bumi ini menjadi pengalaman petualangan yang berbeda sekaligus pelengkap sempurna bagi ragam wisata Sabang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebutkan bahwa keberadaan Gunung Jaboi menjadi aset penting yang memperkaya variasi wisata Sabang. Dengan karakter vulkanik yang unik, Gunung Jaboi dinilai mampu menarik wisatawan yang gemar bertualang dan menginginkan pengalaman di luar wisata bahari.

“Gunung Jaboi merupakan gunung berapi aktif yang menyuguhkan pengalaman wisata menantang bagi pengunjung. Terletak di Desa Jaboi, Kecamatan Sukajaya, lokasi ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Sabang dan dapat ditempuh dalam waktu setengah jam,” ujar Harry, Sabtu (18/10/2025).

Meski memiliki karakter ekstrem, akses menuju Gunung Jaboi terbilang mudah. Jalan menuju kawasan ini bisa ditempuh dengan motor maupun mobil. Setibanya di lokasi, wisatawan langsung disambut aroma belerang yang menjadi ciri khas aktivitas vulkanik. Dari awal pendakian, pemandangan alam berupa hutan tropis dan lereng gunung yang terbuka memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjung.

Dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Jaboi dapat didaki oleh wisatawan dari berbagai usia. Jalur pendakiannya tidak terlalu curam, sehingga aman untuk keluarga maupun wisatawan pemula yang ingin merasakan suasana gunung berapi aktif.

Gunung Jaboi menjadi salah satu destinasi geowisata paling unik di Aceh. Aktivitas vulkanik yang masih berlangsung terlihat melalui:

kepulan asap putih hangat,bebatuan sulfur,permukaan tanah yang retak, dan kawah kecil yang mengeluarkan gas belerang.

Pemandangan ini menghadirkan suasana eksotis dan misterius yang jarang ditemukan di destinasi lain. Wisatawan sering menyebut Jaboi sebagai “mini Kawah Ijen” versi Sabang karena karakter alamnya yang serupa meski dalam skala lebih kecil dan akses lebih mudah.

Sementara itu, udara dingin pegunungan berpadu dengan aroma belerang menghadirkan sensasi petualangan yang berbeda. Kaldera kecil yang diselimuti awan tipis juga menambah dramatis suasana, menjadikannya spot foto yang sangat digemari wisatawan.

Ketua Pokdarwis Desa Jaboi, Dayat, memastikan bahwa meski Gunung Jaboi berstatus aktif, kawasan tersebut tetap aman untuk dikunjungi. Wisatawan hanya perlu mengikuti jalur yang telah ditentukan dan mendengarkan instruksi pemandu lokal.

“Gunung Jaboi adalah salah satu ikon wisata alam terpenting di Pulau Sabang. Keunikan aktivitas vulkaniknya serta pemandangan alam yang menakjubkan menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung,” kata Dayat.

Pokdarwis dan pemuda desa juga berperan dalam pengawasan keamanan, penataan kawasan, dan pendampingan wisatawan. Kehadiran mereka memastikan pengalaman wisata tetap aman dan nyaman.

Keunggulan Desa Wisata Jaboi tidak hanya bertumpu pada Gunung Jaboi. Berbagai aktivitas lain juga disediakan untuk melengkapi pengalaman wisatawan, di antaranya:

1. Wisata Panahan

Area panahan disediakan bagi wisatawan yang ingin mencoba aktivitas santai namun tetap menantang.

2. Wahana ATV

Permainan ATV menjadi daya tarik utama bagi wisatawan muda yang ingin menjelajahi jalur offroad ringan di sekitar kawasan.

3. Trekking Hutan Tropis

Bagi yang menyukai petualangan alam, trekking di hutan sekitar Jaboi menawarkan pengalaman menyegarkan dengan pemandangan pepohonan rimbun dan udara yang sejuk.

4. Kawah Rayek dan bebatuan sulfur

Spot ini sering difavoritkan untuk fotografi karena struktur bebatuannya yang unik dan tekstur tanah vulkanik yang menarik.

5. Pemandian Air Panas

Beberapa titik pemandian air panas alami dapat dinikmati setelah lelah mengeksplorasi kawasan gunung.

6. Camping Ground

Untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana malam di kaki gunung, area perkemahan telah disediakan oleh pengelola desa.

7. Aktivitas Bahari: Memancing dan Snorkeling

Desa Jaboi memiliki akses ke kawasan pesisir di mana wisatawan dapat menikmati aktivitas memancing bersama nelayan lokal dan snorkeling.

Desa Jaboi tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga kekayaan produk ekonomi kreatif hasil karya masyarakat setempat. Beberapa produk yang menjadi favorit wisatawan antara lain:

Bakpia Cut Intan hasil olahan warga,kerajinan rotan,aneka produk batok kelapa,souvenir khas desa yang diproduksi Karang Taruna.

Produk-produk ini tidak hanya menjadi oleh-oleh, tetapi juga bukti bahwa pariwisata mampu menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.

Prestasi semakin mengukuhkan potensi Jaboi. Desa ini berhasil masuk nominasi Anugerah Desa Wisata (ADW) 2024 sebagai salah satu perwakilan Provinsi Aceh. Ketua Pokdarwis, Dayat, menyampaikan bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, dijadwalkan hadir untuk melakukan penilaian sebelum pengumuman pemenang di Jakarta.

Pengakuan tingkat nasional ini menunjukkan bahwa Jaboi bukan hanya destinasi lokal, tetapi juga telah diakui sebagai desa wisata yang berkembang pesat dan memiliki keunikan tinggi.

Dengan keunikannya yang jarang ditemukan di daerah lain, Gunung Jaboi menjadi titik penting dalam memperluas ragam wisata Sabang. Wisatawan kini dapat menikmati destinasi bahari di satu sisi, dan wisata geotermal di sisi lainnya keduanya saling melengkapi.

Keberadaan Gunung Jaboi memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi lengkap: indah, aman, ramah, serta kaya cerita alam dan budaya.

Dengan dukungan pemerintah, Pokdarwis, dan masyarakat, wisata panas bumi Jaboi akan terus berkembang menjadi ikon wisata petualangan yang memikat wisatawan dari dalam maupun luar negeri.(*)