HeadlinePariwara

Pemkot Sabang Tawarkan Proyek Investasi kepada Investor

×

Pemkot Sabang Tawarkan Proyek Investasi kepada Investor

Share this article

*Dokumen IPRO, Jembatan Mengenalkan Sabang ke Investor

Pemandangan udara kawasan pesisir Sabang yang hijau dengan jalan berkelok indah di tepi laut, menjadi salah satu daya tarik wisata alam dan memiliki potensi investasi, khususnya bidang pariwisata di ujung barat Indonesia. Foto: DPMPTSP dan Naker Sabang

Sabang – Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah menciptakannya pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Dalam mencapai sasaran tersebut, diperlukan perencanaan pembangunan ekonomi yang baik.

Langkah itu dibutuhkan karena pembangunan ekonomi suatu daerah berkaitan dengan potensi ekonomi dan karakteristik yang dimiliki oleh daerah tersebut. Sepertinya halnya Sabang, kawasan kepulauan ini memiliki potensi investasi, khususnya bidang pariwisata.

Karena itu, perlu adanya dokumen atau informasi daerah yang lengkap dan terkini untuk mewujudkan tujuan pembangunan tersebut. Investasi, menjadi hal yang penting karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan ekonomi masyarakat

Sabang, kota paling barat Indonesia ini bukan hanya sekedar daerah destinasi wisata, melainkan juga sebagai ekosistem pariwisata yang terus berkembang dengan peluang investasi yang luas dan prospektif.

Mulai dari pengembangan resor dan hotel berbasis ekowisata, revitalisasi situs bersejarah pulau Rubiah, hingga potensi wisata bahari kelas dunia seperti menyelam di Iboih dan Gapang. Sabang merupakan surga investasi yang belum tergarap sepenuhnya.

Didukung oleh kemudahan perizinan, insentif pemerintah daerah, dan konektivitas transportasi yang semakin maju, Sabang kini terbuka lebar bagi investor visioner yang ingin membantu memajukan pariwisata berkelanjutan sekaligus meraih keuntungan optimal.

Saatnya semua pihak berperan dalam membentuk masa depan industri pariwisata Indonesia dari titik nol kilometer. Investasikan masa depan di Kota Sabang, karena daerah paling barat Indonesia ini menyimpan kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang tak ternilai.

Proyek investasi IPRO

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja, telah mempersiapkan dokumen perencanaan investasi untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Sabang.

Proyek investasi yang disiapkan telah berbentuk dokumen berisi informasi lengkap mengenai proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Mencakup aspek-aspek seperti studi kelayakan, potensi ekonomi, dan aspek keuangan atau sering disebut Investment Project Ready to Offer (IPRO).

“Tujuan utama dari IPRO adalah mempromosikan potensi investasi daerah, dokumen IPRO menjadi alat promosi bagi pemerintah Kota Sabang untuk menarik investor, mempermudah proses investasi,” kata Kepala DPMPTSP Naker Sabang, Faisal Azwar saat diwawancarai, Kamis (18/9/2025).

Dirinya menjelaskan, IPRO Kota Sabang menyediakan informasi yang komprehensif dan terstruktur, sehingga investor dapat lebih mudah memahami dan menilai potensi proyek.

Pemerintah Kota Sabang juga dibantu Bank Indonesia dalam penyusunan dan promosi IPRO Kota Sabang. Bank Indonesia seringkali terlibat dalam memberikan pendampingan dan penilaian terhadap IPRO Kota Sabang.

Baru-baru ini, lanjut dia, Bank Indonesia bersama DPMPTSP Aceh membantu Pemerintah Kota Sabang mengadakan Fokus Grup Discussion (FGD) debottlenecking dan pendalaman penyusunan dan pembuatan feasibility study (FS) Report yang merupakan komponen kelengkapan utama sebuah proyek clean and clear dan IPRO.

“Pihak terkait lainnya, seperti konsultan, perguruan tinggi, dan lembaga lain juga ikut terlibat dalam penyusunan dan penilaian IPRO Kota Sabang,” tuturnya.

Faisal menyampaikan, proyek IPRO Kota Sabang ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

DPMPTSP Naker Sabang, lanjut dia, telah memaparkan dua proyek IPRO, yaitu Bango Innovation Park dan One Stop Service Hospital di ASEAN Integration in the Multipolar World di Singapore pada tahun 2024 dan 2025.

Kemudian, pada Aceh Global Sustainable Investment Dialogue (AGASID) pada tahun 2024 dan akan dipaparkan kembali pada AGASID 2025 ini.

Bango Innovation Park adalah kawasan dengan luas 30 hektare yang telah disiapkan sebagai proyek Agro-Edu Pariwisata. Di lokasi ini, investor bisa memanfaatkan warisan budaya serta potensi ekonomi industri nilam.

Lalu, Stop Service Hospital merupakan konsep atau peluang investasi yang ditawarkan untuk mengembangkan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Disamping dua proyek tersebut, juga ada proyek investasi lainnya yang telah disiapkan, yaitu Sabang Hill Hotel, Gapang Resort, dan Sabang Hotel di Banda Aceh.

“Dengan adanya IPRO Kota Sabang, diharapkan investasi dapat lebih terarah dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Sabang,” imbuh Faisal.

Dukungan Penguatan Menggaet Investasi dari Bank Indonesia

Pemerintah Kota Sabang melalui (DPMPTSP Naker) melakukan kerja sama dengan Bank Indonesia dalam rangka percepatan Regional Investment Relations Unit (RIRU) dan penguatan proyek investasi clear and clean dalam upaya menggaet investasi ke Sabang.

Dalam hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh memberikan dukungan pembuatan video promosi investasi untuk kampanye promosi investasi yang ambisius melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial.

Kepala DPMPTSP Naker Sabang, Faisal Azwar mengatakan, inisiatif ini didukung secara kuat oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi Aceh atau Regional Investment Relations Unit (RIRU) Aceh, dengan tujuan utama untuk menarik perhatian investor potensial dari dalam dan luar negeri.

Sabang, yang terletak di ujung barat Indonesia, dikenal dengan keindahan alamnya yang spektakuler dan posisinya yang strategis di Selat Malaka, telah mengembangkan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui kampanye ini, kita ingin menyoroti potensi investasi yang luas, mulai dari sektor pariwisata hingga industri perikanan, serta peluang dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan energi terbarukan,” kata Faisal.

Menurutnya, strategi pemasaran digital bermanfaat untuk mengkomunikasikan keunggulan Sabang sebagai destinasi investasi menarik.

Media sosial dipilih sebagai platform utama untuk menjangkau audiens global, dengan konten-konten yang menampilkan testimonial dari investor yang telah sukses, analisis pasar yang komprehensif, dan kebijakan insentif investasi yang jelas dan menarik.

Selain itu, lanjut dia, kolaborasi dengan Bank Indonesia memberikan keunggulan tambahan dalam hal akses ke informasi keuangan dan regulasi yang relevan bagi investor potensial.

“Bank Indonesia sebagai mitra strategis juga membantu memperkuat citra Kota Sabang sebagai pusat keuangan dan investasi yang inovatif di wilayahnya,” ucapnya.

Ia menuturkan, dengan fokus pada transparansi, pelayanan yang efisien, serta komitmen untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif, promosi ini tidak hanya bertujuan untuk menarik investor besar tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta pelaku usaha lokal.

“Dengan demikian, Kota Sabang berharap untuk menjadi destinasi investasi utama di Indonesia, tidak hanya menawarkan potensi pengembalian investasi, tetapi juga memberikan dampak positif dan signifikan bagi masyarakat lokal dan regional,” tutur Faisal Azwar.

Harap Investor Lirik Sabang

Pemerintah Sabang melalui DPMPTSP Naker telah menyiapkan berbagai inisiatif dalam rangka menjemput investasi. Salah satunya penyiapan dokumen-dokumen sebagai bahan kajian bagi calon penanam modal nantinya.

Faisal Azwar mengatakan, untuk mengundang investor, dokumen harus benar-benar makanya lengkap dengan analisis kelayakan, keuangannya dan juga hal lain yang clear and clean.

“Jadi, Pemerintah Sabang oleh DPMPTSP sudah menyediakan beberapa paket proyek investasi yang sudah siap ditawarkan kepada investor,” ujar Faisal.

Dalam rangka memenuhi kelayakan sebuah proyek investasi untuk ditawarkan ke investor, maka feasibility study (FS) nya telah dirampungkan, diantaranya proyek yang masuk IPRO tersebut.

Dirinya menyampaikan, berkat bantuan Bank Indonesia untuk mempromosikan investasi Sabang ke level internasional seperti di Singapura dan AGASID. Diharapkan, setelah ini akan ada investor yang tertarik.

“Sudah kita paparkan juga beberapa kegiatan yang tentunya diminati, hanya saja belum jelas dari sisi implementasinya. Semoga kedepannya ada banyak investor yang melirik Sabang,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menuturkan bahwa untuk mengembangkan objek pariwisata di Sabang, tentunya dibutuhkan amenitas atau fasilitas pendukung.

Apalagi, tambah dia, hingga hari ini Sabang masih kekurangan hotel-hotel yang representatif. Belum lagi, ada penginapan dengan fasilitas bagus sebelumnya juga sudah ada tidak aktif lagi.

Maka dari itu, investasi wisata dibutuhkan untuk pengembangan Sabang kedepannya, apakah itu yang memang membuat resort wisata atau kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya.

“Sabang membutuhkan investasi, baik itu penanaman modal asing maupun dalam negeri. Maka dari itu, kita terus mendorong agar para investor bisa menanamkan modalnya di Sabang,” harap Faisal Azwar.

*Visi-Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang*

Disisi lain, Kepala DPMPTSP Naker Sabang, Faisal Azwar mengatakan bahwa upaya peningkatan investasi ini juga selaras dengan Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam – Suradji Junus (Zura) yaitu “Mewujudkan Potensi Sabang Emas dalam Bingkai Kawasan Sabang”.

Kemudian, visi tersebut dituangkan dalam delapan misi strategis dengan hasil terbaik dan cepat, yaitu:

– Meramu dan menyusun kembali semua kearifan lokal di berbagai bidang keagamaan, kepariwisataan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, olahraga, kesehatan, pertanian dan perikanan, serta peningkatan pelayanan sarana dan prasarana umum.

– Membuat kebijakan umum, membina, mengawasi, dan mengkoordinasikan semua kegiatan perencanaan, pembangunan, dan pengembangan di kawasan Sabang.

– Melakukan sinkronisasi dan harmonisasi semua program perencanaan dan pembangunan Pemko Sabang dengan program pada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang.

– Meningkatkan, Menata dan Meramu kembali Basic Infrastruktur Kawasan Sabang

– Mewujudkan tata pemerintahan yang profesional, responsif, berbasis kapasitas, transparan, dan akuntabel.

– Menghadirkan Investasi dengan memberikan kepastian hukum dan menyediakan zona berusaha yang nyaman dan kondusif.

– Meningkatkan dan memperbaiki pembangunan sarana dan prasarana umum yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat. Serta,

– Mengoptimalkan semua aset-aset milik pemerintah kota sabang dan memberikan arahan agar aset-aset milik BPKS dapat segera dioptimalkan. (*)

 

PARIWARA.