Sabang – Di tengah upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah, Pemerintah Kota Sabang terus berbenah dalam mengoptimalkan aset strategis yang dimilikinya. Salah satu aset yang kini tengah menjadi sorotan adalah Hotel Sabang, sebuah proyek investasi di sektor perhotelan yang terletak di pusat Kota Banda Aceh, hanya sekitar 300 meter dari Simpang Lima – jantung ibu kota Provinsi Aceh.
Keberadaan hotel ini diharapkan mampu menjadi mesin baru penggerak perekonomian Kota Sabang. Tidak hanya sebagai sarana penginapan, tetapi juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stabil. Lebih dari itu, hotel ini dapat menjadi etalase awal untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan pariwisata Sabang kepada setiap tamu yang menginap.
Aset Strategis di Lokasi Premium
Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Sabang, Faisal Azwar, menegaskan bahwa Hotel Sabang merupakan salah satu aset paling berharga yang dimiliki Pemko Sabang.
“Hotel Sabang ini letaknya sangat strategis, berada di pusat Kota Banda Aceh, dekat dengan pusat pemerintahan, bisnis, dan tentu saja menjadi pintu masuk utama wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Weh. Dengan tata kelola yang profesional, hotel ini bisa memberikan kontribusi signifikan bagi PAD Sabang,” ungkap Faisal, Senin (1/9/2025).
Hotel Sabang berdiri di atas lahan seluas 3.312 meter persegi, dengan bangunan menjulang setinggi tujuh lantai. Total luas bangunan mencapai 8.177 meter persegi, ditambah teras 1.449 meter persegi dan basement yang cukup luas.
Secara teknis, hotel ini dirancang dengan kapasitas 72 kamar. Rinciannya, 51 kamar standar, 16 kamar deluxe, 4 kamar suite, dan 1 kamar deluxe suite. Desain bangunannya pun cukup representatif untuk dikembangkan menjadi hotel berbintang tiga bahkan empat.
Namun hingga kini, pembangunan hotel masih berstatus sebagai Aset Konstruksi Dalam Pekerjaan (KDP), dengan progres terakhir pada tahun 2017 tercatat mencapai 77,79 persen. Artinya, dengan investasi tambahan dan pengelolaan yang tepat, hotel ini dapat segera difungsikan dan menghasilkan pendapatan bagi daerah.
Prospek Bisnis Perhotelan yang Menjanjikan
Faisal menambahkan, peluang bisnis sektor perhotelan di Banda Aceh sangat terbuka. Kota ini menjadi titik transit utama wisatawan, pebisnis, hingga penyelenggara kegiatan pemerintahan maupun swasta.
“Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang terus meningkat, baik domestik maupun mancanegara, kebutuhan akan akomodasi yang representatif sangat tinggi. Hotel Sabang memiliki semua syarat untuk menjadi salah satu pilihan utama,” kata Faisal.
Apalagi, tren sektor properti dan perhotelan di Banda Aceh menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski pasokan akomodasi sudah cukup memadai, masih ada ruang yang bisa diisi oleh hotel dengan konsep modern dan layanan yang profesional.
Dalam skema investasi, Pemko Sabang telah menyiapkan Kerjasama Pemanfaatan (KSP) untuk jangka waktu 30 tahun. Skema ini dinilai layak secara finansial, sehingga memberikan kepastian bagi investor.
“Hotel Sabang sudah masuk kategori clean and clear dalam dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Jadi, secara administrasi dan teknis, hotel ini siap ditawarkan kepada investor untuk dikelola,” ujar Faisal.
Hotel Sebagai Etalase Pariwisata Sabang
Lebih dari sekadar bisnis perhotelan, Hotel Sabang juga memiliki nilai strategis dalam mendukung promosi pariwisata. Dengan branding yang tepat, hotel ini bisa menjadi “etalase” bagi keindahan Pulau Weh.
“Bayangkan, setiap tamu yang menginap di Hotel Sabang bisa diperkenalkan dengan brosur wisata, paket perjalanan, hingga sajian kuliner khas Sabang. Jadi sebelum mereka menyeberang, sudah ada gambaran tentang potensi pariwisata Sabang,” jelas Faisal.
Dengan konsep tersebut, hotel ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga mendukung upaya promosi wisata secara berkesinambungan.
Selaras dengan Visi-Misi Pemko Sabang
Pengelolaan Hotel Sabang juga sejalan dengan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam – Suradji Junus (Zura), yakni “Mewujudkan Potensi Sabang Emas dalam Bingkai Kawasan Sabang.”
Visi tersebut kemudian diturunkan dalam delapan misi strategis, salah satunya adalah mengoptimalkan aset-aset milik Pemko Sabang untuk menopang pembangunan yang lebih mandiri.
Dalam konteks ini, Hotel Sabang menjadi salah satu contoh nyata upaya pemanfaatan aset daerah agar tidak terbengkalai, melainkan produktif dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Didukung Dokumen Investasi IPRO
Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemko Sabang melalui DPMPTSP Naker telah menyiapkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen ini memuat informasi lengkap mulai dari studi kelayakan, aspek ekonomi, hingga potensi keuntungan proyek.
Penyusunan dokumen IPRO mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, konsultan, perguruan tinggi, hingga lembaga terkait lainnya. Bahkan, proyek IPRO Kota Sabang telah dipresentasikan di berbagai forum internasional, termasuk ASEAN Integration in the Multipolar World di Singapura serta Aceh Global Sustainable Investment Dialogue (AGASID) pada 2024 dan 2025.
Selain Hotel Sabang, proyek lain yang masuk dalam IPRO antara lain Sabang Hill Hotel, Gapang Resort, dan Bango Innovation Park. Dengan adanya dukungan IPRO, investor mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan komprehensif sebelum menanamkan modalnya.
Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
Selama ini, sebagian besar daerah di Indonesia, termasuk Sabang, masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Padahal, kemandirian fiskal menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kekuatan ekonomi daerah.
Dengan dikelolanya Hotel Sabang secara optimal, Pemko Sabang berharap dapat memperoleh tambahan PAD yang stabil. Dana ini nantinya bisa digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Setiap wisatawan yang menginap di Hotel Sabang bukan hanya memberikan keuntungan bisnis, tetapi juga secara tidak langsung berkontribusi pada kas daerah Sabang,” kata Faisal.
Faisal menegaskan, Hotel Sabang menyimpan harapan besar bagi masa depan kota. Jika dikelola dengan inovatif – melalui peningkatan layanan, pemanfaatan teknologi digital untuk reservasi, serta integrasi promosi wisata – hotel ini bisa menjadi salah satu aset daerah paling produktif.
“Kita berharap ada pihak swasta maupun BUMD yang tertarik mengelola hotel ini. Potensi bisnisnya besar, letaknya strategis, dan sangat relevan dengan visi pembangunan Sabang,” tutupnya.
Ke depan, Hotel Sabang tidak hanya akan menjadi simbol investasi strategis, tetapi juga wujud nyata kemandirian ekonomi daerah. Dengan pengelolaan yang baik, aset ini bisa menjadi tonggak penting menuju Sabang yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.(*)
PARIWARA.













