Baitussalam – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam Kelompok KKN Tematik Literasi L-XXVII152 berhasil membangkitkan semangat membaca dan menulis di kalangan anak-anak serta masyarakat Desa Lampineung, Kecamatan Baitussalam. Selama satu bulan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka menghadirkan tiga program unggulan yang kreatif dan inspiratif.
Ketiga program tersebut yakni “Bacakan Saya Buku”, “Menulis Cerita Berbasis Isi Buku”, dan “Apresiasi Literasi Tingkat Desa”. Seluruh kegiatan dirancang untuk meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, serta imajinasi generasi muda di desa tersebut.
Program “Bacakan Saya Buku” menjadi salah satu kegiatan favorit. Mahasiswa membacakan cerita anak dengan teknik mendongeng yang interaktif dan menyenangkan, baik di ruang terbuka, perpustakaan desa, maupun di sekolah dasar. Antusiasme anak-anak pun terlihat tinggi, bahkan mereka mulai akrab dengan buku-buku bacaan yang sebelumnya jarang disentuh.
Program ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menulis cerita. Anak-anak didorong untuk menuangkan ide dan imajinasi berdasarkan isi buku yang mereka dengarkan. Mahasiswa KKN membimbing mereka menyusun narasi sederhana yang orisinal. Hasilnya, sejumlah tulisan anak-anak tampil dengan kreativitas yang mengejutkan.
Sebagai penutup, digelar Apresiasi Literasi Tingkat Desa yang menghadirkan pameran karya tulis anak-anak, pembacaan cerita, serta pertunjukan seni bertema literasi. Acara ini turut dihadiri perangkat desa, guru-guru, dan para orang tua yang memberikan dukungan penuh.
“Kami ingin meninggalkan warisan sederhana tapi bermakna: semangat membaca dan menulis yang bisa dijaga bahkan setelah kami pulang,” kata M. Ahsanul Rijal, mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam yang juga koordinator kelompok KKN L-XXVII152.
Program ini berada di bawah bimbingan Dr. Nur Pramayudi, S.P., M.Si, dan mendapat apresiasi dari Geuchik Desa Lampineung, Anwar, serta Sekretaris Desa, Irfandi. Keduanya berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan melalui kolaborasi pemuda desa dan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa USK tidak hanya mengenalkan buku sebagai jendela ilmu, tetapi juga sebagai sarana ekspresi dan pembentukan karakter anak-anak. Literasi diperkenalkan dan ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan membekas di hati warga desa.(*)













