Daerah

Tingkatkan Keterampilan, Pemkab Latih Warga Menjahit Pakaian Wanita

×

Tingkatkan Keterampilan, Pemkab Latih Warga Menjahit Pakaian Wanita

Share this article
Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, saat membuka program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja khusus menjahit pakaian wanita tahun 2025, di Blangpidie, Kamis (17/7/2025).

Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja khusus menjahit pakaian wanita tahun 2025 dalam rangka peningkatan keterampilan kerja bagi masyarakat setempat.

Program yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Tenaga dan Transmigrasi
(DPMPTSP NakerTrans) tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, S.Sos, MM, di Aula Tgk Dikila kantor Bappeda Abdya, Kamis, (17/7/2025).

Pembukaan kegiatan pelatihan ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Abdya Mustiari, Kepala Bappeda Sufrinaldi, SH, Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hamdi, S.STP, M.Si.

Kepala DPMPTSP NakerTrans Abdya, Drh RSEZ Muntazir mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 64 orang yang dibagi dalam empat angkatan. Mereka direkrut melalui Musrenbang, hingga pendataan langsung kepada calon peserta.

Pelatihan ini sendiri berlangsung selama 20 hari per angkatan, dan sudah dimulai sejak 25 Juni hingga 22 Agustus 2025 mendatang. Bertempat di dua Gampong (desa) dalam Kecamatan Blangpidie, yakni Gampong Keude Siblah dan Meudang Ara.

“Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kerja peserta, membentuk sumber daya manusia yang kreatif, potensial serta mandiri,” kata Drh RSEZ Muntazir.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, S.Sos, MM, dalam sambutannya mengatakan, masalah ketenagakerjaan masih menjadi tantangan nyata di daerah berjuluk Breuh Sigupai ini.

Di mana, ketersediaan lapangan kerja masih terbatas, sedangkan di sisi lain angka pengangguran dan tingkat kemiskinan cenderung tinggi. Ditambah lagi dengan jumlah lulusan sekolah setiap tahunnya juga terus meningkat, dan belum mampu diserap dunia kerja secara optimal.

“Permasalahan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah lembaga pendidikan dan seluruh elemen masyarakat,” ucap Zaman Akli.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan menjadi bagian sentral dari pembangunan nasional, karena pada hakikatnya tenaga kerja adalah motor penggerak pembangunan yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa.

Ia menuturkan, banyak pengusaha penjahit yang sukses, jadi buat ibu-ibu peserta jangan pernah berfikir ketika selesai kuliah menjadi abdi negara dalam hal ini ASN atau pun tenaga kontrak.

Maka dari itu, Zaman Akli berharap kepada para peserta untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan sangat serius, sehingga nantinya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari para pemateri.

“Ikuti kegiatan ini dengan serius, semoga ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini bisa diterapkan dalam kerja-kerjanya kedepan,” harap Zaman Akli.