Banda Aceh – Dua dosen Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih mengikuti program bergengsi International Visitor Leadership Program (IVLP) yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (US Department of State).
Tahun ini, program IVLP mengusung tema Kesiapsiagaan Bencana dan Manajemen Darurat dan akan berlangsung di sejumlah negara bagian AS sepanjang Juni 2025.
Dua penyandang USK yang terlibat adalah Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi S-1 Ilmu Kelautan sekaligus Ketua Pusat Riset Kelautan USK, serta Dr. Ir. Khairul Iqbal, ST, MT, IPM, Koordinator Program Studi Profesi Insinyur (PS PPI) Fakultas Teknik dan Sekretaris Pusat Riset Lingkungan Hidup USK.
Selain mereka, Dr. Tursina, ST, MT, peneliti dari Pusat Penelitian Mitigasi dan Bencana Tsunami USK, juga ikut serta sebagai peserta.
IVLP merupakan program diplomasi budaya yang bertujuan memperkuat kerja sama dan pertukaran keilmuan antara Amerika Serikat dan negara-negara mitra.
“Melalui tema tahun ini, peserta diajak mempelajari sistem pencegahan bencana di Amerika, mulai dari kebijakan, manajemen risiko, hingga penerapan teknologi terkini,” ujar Haekal.
Selama program, peserta akan mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, dan institusi pendidikan di kota-kota seperti Washington DC, Salt Lake City, Pensacola, dan Honolulu. Lembaga-lembaga yang dihadiri antara lain Federal Emergency Management Agency (FEMA), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), American Red Cross, serta beberapa universitas dan pusat penanggulangan bencana terkemuka.
“Selain membangun jejaring internasional, program ini juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara dalam menghadapi bencana, baik alam maupun buatan,” kata Khairul.
Diharapkan, para peserta dapat mengadaptasi pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat sistem mitigasi dan respon kebencanaan, khususnya di Aceh dan Indonesia secara umum.(*)













