Banda Aceh – Di balik seragam dinasnya sebagai anggota Polri, Aipda Teuku Abdullah menyimpan kisah inspiratif tentang kemandirian ekonomi. Sudah delapan tahun terakhir, ia mengembangkan usaha peternakan kambing etawa yang kini menghasilkan cuan jutaan rupiah setiap bulan.
Abdullah yang sehari-hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Gampong Turam, Polsek Darul Kamal, Polresta Banda Aceh, menekuni usaha peternakan di Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Usaha tersebut diberi nama Gampong Kameng Farm, yang berarti “Desa Peternakan Kambing”.
“Saya memang sejak kecil suka hewan, terutama kambing. Lalu saya coba-coba beternak etawa, dan Alhamdulillah keluarga mendukung. Ternyata bisa berkembang tanpa mengganggu tugas sebagai anggota Polri,” ujar Abdullah, Sabtu (31/5/2025).
Saat ini, ia memelihara lebih dari 100 ekor kambing, terdiri dari 50 jantan dan 50 betina. Rutinitas di kandang dilakukan sepulang tugas dinas. Selain memberi pakan, Abdullah juga aktif berbagi ilmu peternakan dengan warga sekitar.
“Setiap sore saya mencari pakan, sekaligus bersilaturahmi dan berbagi pengetahuan dengan warga. Lingkungan di sini sangat mendukung karena ketersediaan pakan cukup melimpah,” tuturnya.
Tak hanya menghasilkan dari penjualan kambing, Abdullah juga memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik, yang turut membantu masyarakat sekitar. Ia mengaku usaha ternaknya sangat terasa manfaatnya, terutama saat momen-momen tertentu seperti hari raya Qurban dan acara aqiqah, di mana permintaan kambing meningkat tajam.
“Keuntungan dari ternak ini saya gunakan untuk keperluan keluarga. Mudah-mudahan ke depan bisa berkembang lagi dan membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar,” harapnya.
Keuchik Gampong Lamjamee, Khairullah, serta mengapresiasi kiprah Abdullah sebagai teladan di tengah masyarakat.
“Beliau bukan hanya pelayan masyarakat sebagai Bhabinkamtibmas, tapi juga inspirasi dalam hal kemandirian ekonomi. Kami sangat mendukung,” ujar Khairullah.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, juga menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif yang dijalankan anggotanya itu.
“Ini contohnya baik. Meski memiliki usaha sampingan, tidak mengganggu tugas pokoknya sebagai pelayan masyarakat. Justru lewat kemandirian ini, pelayanan bisa semakin maksimal,” kata Joko Heri.
Ia menambahkan, dorongan agar anggota Polri memiliki usaha mandiri juga menjadi langkah strategis dalam mencegah potensi komputasi yang sah.
“Kemandirian ekonomi adalah salah satu cara mewujudkan anggota Polri yang sejahtera dan bersih dari praktik korupsi atau pungli,” tegasnya. (*)












