Banda Aceh – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mengingatkan para calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan memperhatikan barang bawaan selama proses ibadah haji berlangsung.
Hal itu mengingat seringnya kedap air jemaah membawa barang yang tidak diperlukan dan mengganggu kesehatan saat melangsungkan ibadah haji.
“Kita telah mengamanahkan kepada pemateri manasik untuk mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan,
pola makan dan barang apa saja yang boleh dibawa,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, Rabu (23/4/2025).
Terutama bagi jamaah lansia, ia mengingatkan untuk memperhatikan hal-hal jauh-jauh hari jelang keberangkatan.
“Tapi nanti kita akan melakukan bimbingan ulang di asrama,” ucapnya.
Tahun ini, masing-masing jemaah dibekali empat jenis tas seperti koper besar, tas tenteng, hingga tas kecil yang di dada untuk barang penting seperti paspor, identitas, dan uang.
Namun, Azhari mengakui bahwa masih sering ditemukan barang-barang yang tidak sesuai aturan saat jemaah tiba di Asrama Haji. Menurut dia, hal ini sering terjadi saat pemeriksaan X-Ray di bandara.
“Kadang karena faktor usia atau lupa, jemaah membawa barang yang tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Azhari menambahkan, Aceh mendapat kuota sebanyak 4.110 jamaah tahun ini, dengan tambahan 219 jamaah prioritas lansia, 36 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 13 dari kelompok pembimbing ibadah (KPI), sehingga totalnya mencapai 4.378 orang.
Saat ini, seluruh jemaah telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Jamaah Aceh dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua. Tamu-tamu Allah ini akan masuk ke Asrama pada 17 Mei dan terbang ke Arab Saudi pada 18 Mei 2025.
Mereka akan tergabung dalam 12 kloter, di mana 11 kloter penuh berasal dari Aceh, sedangkan satu kloter terakhir akan bergabung dengan jamaah asal Sumatera Utara. (*)













