HeadlineHukum

Kapolresta Banda Aceh Pimpin Razia, 30 Sepmor dan 10 Botol Miras Diamankan

×

Kapolresta Banda Aceh Pimpin Razia, 30 Sepmor dan 10 Botol Miras Diamankan

Share this article
Polresta Banda Aceh Menggelar razia sebagai respons atas laporan masyarakat terhadap aktivitas balap liar yang kerap mengganggu ketertiban umum. Foto: Humas Polresta Banda Aceh.

Banda Aceh – Maraknya aksi balap pembohong di wilayah hukum Polresta Banda Aceh yang mengakibatkan terganggunya pengguna jalan raya serta ketentraman warga, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono turun tangan dalam melakukan pengamanan aksi tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan apel malam di Asrama Polisi Punge dengan menurunkan puluhan personel guna mengatasi aksi para remaja yang menggelar balap liar, Sabtu (19/4/2025) dini hari.

Kapolresta Banda Aceh menjelaskan, razia ini dilakukan sebagai respon atas laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas balap liar yang sering mengganggu kinerja umum.

Kami tidak boleh diam, dan ini harus mengambil tindakan tegas, mengungkapkannya.

Kegiatan yang dilakukan dalam razia ini berupa pemeriksaan terhadap mobil barang, mobil penumpang, dan sepeda motor yang melintas di Jalan Iskandar Muda Banda Aceh.

“Pemeriksaan terfokus pada kelengkapan surat-surat kendaraan, adanya penggunaan senjata api ilegal, supir maupun penumpang yang membawa senjata tajam dan bahan peledak serta narkotika maupun minuman keras,” tutur KBP Joko.

Jadi tujuan kegiatan razia ini adalah untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kriminalitas serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan menjaga masyarakat di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, tambahnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan razia pada malam ini, kami berhasil mengamankan 30 sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas dan juga diamankannya 10 botol minuman keras berbagai merk yang diangkut menggunakan mobil.

“30 sepmor dan 10 botol miras berhasil kami amankan, kini barang bukti sudah di Polresta Banda Aceh,” sambung Kapolresta.

Tren kegiatan ilegal di malam hari masih ada, mengingat masih ditemukannya miras dan pelanggaran lalu lintas, dapat diprediksi pelaku kejahatan kemungkinan akan mencari jalur atau lokasi alternatif yang belum menutupi secara ketat. Maka, patroli dan razia ke depan perlu bersifat dinamis dan mobile, pungkas KBP Joko.(*)