Politik

Fuadri Daftar Jadi Calon Ketua PAN Aceh, Targetkan Kursi Legislatif Bertambah

×

Fuadri Daftar Jadi Calon Ketua PAN Aceh, Targetkan Kursi Legislatif Bertambah

Share this article
Anggota DPRA Fuadri saat mendaftar calon formatur DPW PAN, di kantor PAN Aceh, Senin (17-3-2025). Foto: Ist

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, Senin (17/3/2025).

Fuadri mengatakan keputusannya untuk maju sebagai calon formatur ini merupakan respons terhadap arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN

Ia menegaskan kesiapannya untuk mengemban amanah dalam berbagai posisi, baik sebagai ketua maupun bagian dari kepengurusan DPD PAN Aceh.

“Kami diberikan kesempatan untuk mendaftar sebagai calon formatur. Tentu saja, formatur yang terpilih bisa menjadi ketua atau bagian dari kepengurusan,” kata Fuadri.

“Saya pribadi siap ditempatkan di mana pun sesuai keputusan DPP atau Ketua Umum. Tujuan utama kami adalah membangun PAN di Aceh agar semakin besar,” ujar mantan Wakil Bupati Aceh Barat itu.

Fuadri juga menargetkan peningkatan perolehan kursi PAN di tingkat nasional, khususnya di DPR RI. Saat ini, kata dia, PAN memiliki satu kursi dari Aceh dan ia bertekad untuk menambah menjadi dua kursi, masing-masing dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dan Dapil 2.

“Kami ingin memastikan PAN memiliki perwakilan di setiap dapil di Aceh. Saat ini sudah ada satu kursi di DPR RI, dan kami optimistis dapat menambah satu lagi dengan kerja sama yang solid dari seluruh DPD dan DPC,” ucapnya.

Menurut putra Aceh Barat ini, PAN memiliki posisi strategis secara nasional sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya koalisi permanen antara PAN dan Presiden Prabowo hingga 2029, ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat PAN di Aceh.

“PAN harus mengambil peran dalam membangun Aceh. Dengan kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada PAN, termasuk dalam penempatan sejumlah menteri, kita harus memastikan manfaat ini juga dirasakan oleh Aceh,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya PAN dalam mendukung program-program pemerintah pusat, terutama di sektor ketahanan pangan. Fuadri menargetkan Aceh dapat mencapai swasembada pangan pada 2025 atau paling lambat 2026.

“Pemerintah pusat menekankan ketahanan pangan, termasuk alokasi 20 persen dana desa untuk sektor ini. PAN akan berperan aktif di daerah untuk memastikan anggaran desa lebih diprioritaskan pada program ketahanan pangan,” tuturnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya PAN sebagai partai yang inklusif dan terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk generasi muda, tokoh perempuan, dunia usaha, serta tokoh masyarakat yang ingin berkontribusi melalui PAN di pemilu 2029.

Fuadri juga menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Ketua Umum PAN. Ia optimistis Ketua Umum akan memilih figur terbaik untuk memimpin PAN Aceh ke depan.

“Saya yakin Ketua Umum akan memilih sosok yang mampu menahkodai PAN agar mencapai target dua kursi DPR RI, 10 kursi DPRA, dan menempatkan PAN dalam jajaran pimpinan DPRK di seluruh Aceh,” pungkas Fuadri.