Aceh Singkil – Setiap tanggal 22 Oktober merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya bagi para santri. Dimana, dalam momen tersebut santri di seluruh penjuru Indonesia memperingati dan menetapkan hari tersebut sebagai Hari Santri Nasional (HSN).termasuk di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Amatan Suaraaceh.net dalam peringatan HSN tahun ini, HSN yang sudah memasuki tahun ke-10 secara nasional sejak pertama kali ditetapkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 lalu. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren/Dayah terlihat berbondong-bondong menuju pesantren Darurrasyid, Desa Silatong, Simpang Kanan, Aceh Singkil. Dengan agenda upacara bersama memperingati HSN se- Kabupaten Aceh Singkil, Pada Selasa (22/10/2024).
Mewakili pimpinan pondok pesantren/Dayah se- Kabupaten Aceh Singkil, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Dayah dan Balai Pengajian (FKPD-BP). Tengku Hambali Sinaga mengatakan peringatan HSN tahun 2024 ini merupakan, peringatan HSN di tahun dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil dan tahun ini merupakan tahun ke-8 di gelar di sana.
“Setiap tahunnya HSN selalu kita peringati di daerah Aceh Singkil, oleh sebab itu kami berharap kedepan Pemerintah dapat memberikan sokongan anggaran melalui APBN, ” sebut Tengku Hambali Sinaga.
Bahkan tambahnya, untuk mendukung kemajuan pendidikan di pesantren/Dayah yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, sudah selayaknya kedepan membentuk Dinas Dayah Aceh Singkil. Serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat memplotkan anggaran pendapatan dan belanja kabupaten (APBK) sebesar 30 persen dari anggaran pendidikan yang ada di daerah itu.
“Selain tidak ada lagi alasan bag Pemerintah untuk membentuk badan dayah, Pemkab berkewajiban memplotkan anggaran pendidikan sebesar 30 persen untuk pendidikan di pondok pesantren/dayah demi kesejahteraan, ” tambahnya.
Sebab tegasnya, regulasi terkait pembentukan dan pembiayaan anggaran untuk Dayah dan pesantren ini sudah jelas dikelo oleh Pemerintah sendiri. Karena beber Hambali Sinaga, kegiatan yang berjalan pada 28 Pondok Pesantren/Dayah yang tersebar di Kabupaten Aceh Singkil dengan berbagai Type, juga merupakan kegiatan dalam bentuk jihad yang di persembahkan kepada bangsa dan negara.
“‘Seperti melalui kegiatan ekstrakurikuler di pesantren dapat memerangi narkoba, memerangi kebodohan dan memerangi ketidakadilan, ” tegas Tengku Hambali.
Sementara itu ditempat yang sama, saat membacakan pidato Pj. Bupati Aceh Singkil, Plh. Sekda Aceh Singkil, H. Edy Widodo mengatakan melalui tema HSN tahun 2024 ini. Yakni “Menyambung Juang Merangkul Masa Depan” ia mengajak seluruh santri untuk selalu tetap semangat juang untuk menuju masa depan yang sejahtera.
” Kita sebagai santri dan sebagai generasi muda harus melanjutkan perjuangan para pendahulu,” sebut Edy Widodo
Karena terang Edy Widodo, keberadaan santri sejak dahulu hingga saat ini tidak terlepas dalam memperjuangkan kemerdekaan dan melawan tantangan global.
Oleh sebab itu, ia mengajak generasi cerdas, berakhlak mulia dan memilki iwa kepemimpinan yang kuat. Serta diera digital seperti ini, santri tidak hanya dituntut untuk mengusai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan teknologi.
” Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri seorang santri, ” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edy Widodo juga menyebutkan peran santri agar terus meningkatkan kualitas pengetahuan diri dengan semangat belajar dan mengasah keterampilan melalui pondok pesantren sehingga kedepan mampu menjadi generasi emas membawa bangsa kearah yang lebih baik. Terutama, dibumi batuah Syekh Abdurrauf As-Singkly.
Edy Widodo juga mengajak seluruh elemen, untuk ikut berperan aktif menyemarakkan semangat juang para santri dalam pembangunan peradaban islami dan kecintaan terhadap kesatuan NKRI.
Hasil pantauan, dalam momen peringatan HSN Ke-10 tingkat Kabupaten Aceh Singkil kali ini dipusatkan Pondok Pesantren Darurrasyid, di Desa Silatong, Simpang Kanan, Aceh Singkil. Santri dari 28 pondok/Dayah di daerah itu berbondong-bondong menuju Pondok Pesantren Darurrasyid tersebut dengan semangat dan penuh dengan harapan, kedepan pendidikan di Pesantren dapat setara kesejahteraanya dengan pendidikan formal (umum) dari Pemerintah.(*)
Penulis: Salihin
Editor: Sadhali













