HeadlinePariwara

Menikmati Senja di Ujung Sumatra

×

Menikmati Senja di Ujung Sumatra

Share this article
Warga kota banda aceh menikmati keindahan pantai ulee lhee menjelang senja di ujung palau sumatera. Foto: M.Fadhil/Suara Aceh.

Banda Aceh – Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, matahari perlahan turun ke arah barat. Sejumlah pekerja mobil kopi sibuk mengatur kursi dan meja. Suasana yang tadi lengang seketika kini mendadak ramai.

Itulah sekilas suasana di Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Saban sore, lokasi ini menjadi tujuan kunjungan warga kota untuk menghabiskan waktu sorenya bersama teman dan keluarga.

Daerah yang pernah diporak-poranda gempa dan tsunami Aceh pada 2004 silam itu kini menjadi objek wisata paling dikenal di Banda Aceh.

Di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Ulee Lheue, terdapat sejumlah spot wisata yang sayang untuk dilewati. Selain itu, kiri-kanan jalan dipenuhi jajanan. Kursi dan meja diatur rapi di sana. Berada di sini, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil menikmati indahnya Samudera Hindia.

Ulee Lheue memang bukan sekadar soal keindahan pantainya. Daerah yang memiliki luas 128,25 Ha ini juga memiliki sejumlah objek wisata dan sejarah, seperti Ulee Lheue Park. Lokasi ini dilengkapi dengan wahana bermain anak-anak.

Bagi pengunjung, tak usah khawatir perutnya keroncong. Sebab, di lokasi ini sangat mudah ditemui jajanan. Aneka ragam kuliner disajikan di stan-stan di sana. Karena itulah, lokasi ini ramai dikunjungi warga setiap sore dan malam hari.

Selain wisata alam, Ulee Lheue juga memiliki objek wisata religi, yaitu Masjid Baiturrahim. Saat gempa dan tsunami pada 2004 silam, masjid ini selamat dari amukan gelombang.

Pasca tsunami, masjid ini terus dipercantik dan kini menjadi salah satu ikon wisata religi di Banda Aceh. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, pasti akan singgah ke rumah ibadah ini.

Dispar Ajak Warga Promosi Wisata

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh, Said Fauzan mengajak warga ikut mempromosikan potensi wisata yang ada di pusat ibu kota provinsi Aceh itu, salah satunya Ulee Lheue.

Ia menjelaskan bahwa Ulee Lheue merupakan salah satu destinasi wisata di Banda Aceh yang banyak dikunjungi wisatawan. Apalagi, lokasi ini merupakan gerbang masuk dan keluarnya pelancong ke Sabang.

Saat pelaksanaan PON XXI, Said Fauzan menyebut Kota Banda Aceh akan dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah. Di sela-sela mengikuti event, mereka juga akan berkeliling mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di kota ini.

“Oleh karena itu, saya mengajak warga Banda Aceh untuk menyambut tamu ini dengan ramah,” kata Said Fauzan, pekan lalu.

Selain itu, Said Fauzan juga meminta para pelaku dan pengelola wisata di Banda Aceh untuk bersiap menyambut tamu PON XXI yang akan berlangsung pada September 2024.

“Berikan kesan yang menarik untuk para tamu mereka, sehingga mereka ingin kembali lagi ke Banda Aceh atau istilahnya #jaklom,” sebut Said Fauzan.

Said Fauzan menjelaskan, kata “Jak Lom” merupakan bahasa Aceh yang berarti “kembali lagi”. Selama ini, kata “Jak Lom” sering kali dianggap sebagai istilah negatif oleh masyarakat Aceh.

Said Fauzan ingin mengubah paradigma negatif itu menjadi positif. Melalui keindahan Kota Banda Aceh, terutama Ulee Lheue, Said mengajak wisatawan untuk kembali lagi ke Kota Pusaka itu.

“Istilah “jak lom” ini akan kita munculkan kembali bahwasanya itu hal yang positif, ketika punya pengalaman yang baik, kenangan yang indah, orang akan mau datang kembali untuk berwisata kemari,” ujar Said Fauzan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh, Said Fauzan. Foto: Humas/Dispar Kota Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Said Fauzan juga mengajak warga dan wisatawan ikut mengkampanyekan istilah “Jak Lom” tersebut.

“Ini perlu kita kampanyekan, sehingga itu akan meningkatkan literasi budaya, juga membangun citra positif terhadap pariwisata di Banda Aceh,” ujar Said Fauzan.

Di era sekarang ini, Said Fauzan menjelaskan bahwa mempromosikan potensi wisata tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi. Hal ini karena penyebaran informasi yang sangat pesat.

Misalnya, kata Said Fauzan, dengan mengunjungi destinasi wisata, para wisatawan akan memposting gambar kunjungannya di media sosial. Menurut Said, hal tersebut secara tidak langsung akan mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi.

“Penyebarluasan informasi wisata di era sekarang ini sangat pesat. Karena itu, mari kita promosikan Banda Aceh ini, sehingga tamu PON mengetahui potensi-potensi wisata yang ada di sini,” ajak Said Fauzan. [*]

Advertorial.