Aceh Besar – Secara perlahan masyarakat sudah mulai sadar untuk menerapkan hidup yang lebih bersih, mereka tidak lagi membuang kotoran sembarangan. Nilai positif tersebut terus ditingkatkan dan pemerintah memberikan dukungan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati menyatakan bahwa masyarakat di Aceh besar sudah cukup banyak yang sadar akan tidak membuang air besar sembarangan. “Rata-rata sudah menyiapkan jamban, walaupun masih ada yang tidak punya jamban pribadi, tetapi di beberapa desa sudah ada jamban milik desa,” kata Neli Ulfiati kepada wartawan, Rabu (8/5/2024).
Dirinya menyebutkan, sejauh ini Pemerintah Aceh Besar telah melaunching lima pilar STBM dan juga ODF (open defecation free/stop buang air besar sembarangan) di sejumlah kecamatan, hanya saja memang belum sampai ke semua desa di kabupaten tersebut.
“Deklarasi untuk Aceh besar itu sudah di beberapa kecamatan, karena keterbatasan tenaga, maka tidak semua desa tahun kemarin bisa deklarasi, tapi hampir semua desa sudah di launching. Pertama itu di Kecamatan Lembah Seulawah (ODF),” tuturnya.
Neli menjelaskan, salah satu dampak dari buang air besar sembarangan adalah bisa memicu adanya polio seperti yang terjadi di Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu. Penyakit tersebut merupakan penularan dari kotoran orang yang sudah terinfeksi virus polio.
Di mana, akibat membuang air besar sembarangan, maka bisa menyebabkan pencemaran air sungai, hingga sawah yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Misalnya air yang sudah tercemar dimasak dan diminum.
“Jadi akhirnya virus itu masuk ke dalam tubuh manusia yang lain, sampai akhirnya terinfeksi lagi polio yang seharusnya tidak ada lagi di Aceh,” imbuhnya.
Dirinya menambahkan, virus polio itu sendiri sangat rentan mengenai anak-anak, karena itu selama ini banyak dilakukan vaksin polio. Langkah imunisasi itu penting karena penyakit tersebut sangat berbahaya.
Di mana, seseorang yang sudah terdampak polio, maka efek sampingnya bisa membuat kecacatan permanen, dan itu begitu susah diobati. Maka dari itu perlu dicegah sejak dini salah satunya dengan perilaku hidup bersih.
“Kalau sudah cacat permanen susah diobati, paling-paling fisioterapi. Tapi biasanya kalau sudah cacat permanen akan lumpuh sebelah kakinya. Karena itu mari kita cegah dengan perilaku hidup bersih,” pungkas Neli Ulfiati.(*)
PARIWARA.













