HeadlineRagam

Indosat Kerjasama Dengan USK dan DKP Aceh Lounching Digitalisasi Konservasi Mangrove

×

Indosat Kerjasama Dengan USK dan DKP Aceh Lounching Digitalisasi Konservasi Mangrove

Share this article
Wakil Rektor bidang akademik USK dan Director & Chief Indosat Business melakukan penandatangananan kerjasama Digitalisasi Konservasi Mangrove, Senin (22/4/2024). Foto/Irwansyah.

Banda Aceh – Mangrove sangat berfungsi untuk menjernihkan air, tanah dan menjaga alam dari Pemanasan Global. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) bersama dengan Global System for Mobile Communication Association (GSMA) berkomitmen untuk menjaga Bumi, salah satunya dengan Program Digitalisasi Konservasi Mangrove.

Program ini sudah dilakukan sejak 2023 di Desa Setabu Provinsi Kalimantan Utara. Pada tahun 2024 Indosat kembali melakukan kalaborasi kegiatan serupa di Aceh berkat kerjasama Universitas Syiah Kuala dan Pemerintah Aceh.

Kegiatan Lounching ini dilaksanakan di Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala, Senin (22/4/2024). Sebelum kegiatan louncing, pagi hari juga sudah dilakukan penanaman mangrove di Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Konservasi Mangrove juga bertujuan untuk menjadikan Indonesia emas ditahun 2025, hal ini tidak akan terjadi apabila tidak ada Digitalisasi. Dalam hal ini Indosat menggunakan alat sensor untuk mengecek kualitas air akibat Konservasi Mangrove yang bernama IoT Sensor, alat ini menggunakan solar panel untuk dipasang di lokasi outdoor pada hutan mangrove.

Alat tersebut berfungsi untuk mengambil data dan selanjutnya dikirimkan ke server yang selanjutnya dilakukan proses data analitik oleh indosat bersama mitra. Sebagai reverensi untuk para Perguruan Tinggi dan pemerintah dalam mengambil langkah selanjutnya.

Sebelum dilakukan penanaman, Indosat terlebih dahulu mencari tempat menggunakan pemetaan atau mapping menggunakan digitalisasi (Geo-spatial Mapping) yaitu menggunakan drone. Untuk menjaga bumi, Indosat sangat berkomitmen untuk Digitalisasi Konservasi Mangrove.

Aceh merupakan Kota kedua setelah sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di Kalimantan Utara. Kedepan kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa Provinsi lain di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara. Indosat sangat berkomiten untuk menjaga ekosistem Alam Indonesia.

Dalam sambutannya, Director & Chief Indosat Business Indosat Buldansyah, mengpresiasi untuk komunitas yang ada di Lampulo dalam partisipasi acara ini. Hari ini merupakan hari bumi, maka semuanya harus bangga bisa menyelamatkan bumi.

“Oleh karena ini satu Gerakan yang berlanjutan dilakukan oleh pihak-pihak lain. Teknologi merupakan suatu hal yang dapat berkembang sangat pesat. Kami melibatkan USK agar bisa banyak dilakukan Penelitian mengenai air. Saat ini penelitian akan dilakukan di mangrove park Lampulo dan di Lamno Aceh Jaya.” ujarnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Agussabti, M. Si mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas kalaborasi Indosat bersama Universitas Syiah Kuala, semoga akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Menurutnya, sebagaimana diketahui akibat banyaknya dibuka tambak udang oleh swasta dan masyarakat, penebangan mangrove membuat ekosistem mangrove hilang, mengakibatkan ekosistem air menjadi buruk.

“Siklus kehidupan udang dan ikan terganggu akibat hilangnya hutan mangrove tersebut sehingga mengakibatkan anak udang banyak yang mati, produksi udang juga terganggu. Ini yang sangat kita sayangkan,”ujar Agussabti.

Ia mengapresiasi dengan masuknya teknologi buatan dari indosat sangat membantu dalam meningkatkan kualitas air. Semoga dengan teknologi sensor dari indosat, bisa membuat para penambak bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Terima kasih atas kerjasama ini. Mudah-mudahan akan dapat berkontribusi banyak untuk pembangunan Aceh, ujarnya.

Acara ini selain dihadiri oleh Director & Chief Indosat Business Indosat, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala juga dihadiri Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh serta Dekan FMIPA USK, dan para mahasiswa USK. (*)