Beranda Headline Pj TP PKK Aceh Besar Buka Pameran Seni Ecoprint ISBI Aceh

Pj TP PKK Aceh Besar Buka Pameran Seni Ecoprint ISBI Aceh

Pj TP PKK Kabupaten Aceh Besar Cut Rezky Handayani S.IP MM memotong pita secara resmi pada pembukaan pameran ecoprint di Gampong Jantho Makmur, Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu, (1/11/2023). FOTO/MC ACEH BESAR

Kota Jantho – Penjabat (Pj) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP – PKK) Kabupaten Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, S.IP., MM membuka secara resmi pameran seni ecoprint Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang digelar di Gedung Serbaguna Keuchik Jantho Makmur, Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu, (1/11/2023).

Pameran seni yang diselenggarakan oleh Dosen ISBI Aceh selama 2 hari itu, dimulai dari tanggal 1 hingga 2 November 2023, pameran tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada pengurus TP PKK Gampong Jantho Makmur.

Dalam sambutannya, Cut Rezky Handayani mengapresiasi para Dosen ISBI yang memberikan Ilmu baru yang nantinya bisa dikembangkan sebagai usaha peningkatan ekonomi keluarga, oleh masyarakat Jantho Makmur. Kota Jantho sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar tentunya memiliki peluang yang besar untuk peningkatan kapasitas masyarakat dimana ISBI juga terletak di Kota Jantho.

“Terimakasih juga Kepada Masyarakat Jantho Makmur yang mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan sangat mungkn menjadi awal dari memulai usaha, bahkan ini bisa menjadi usaha unggulan baru di Kabupaten Aceh Besar, yang dihasilkan masyarakat Jantho makmur,” katanya.

Cut Rezky Handayani juga mengharapkan, agar para Dosen ISBI tentunya bisa berkerjasama dan jika berkenan tetap membimbing masyarakat di Jantho Makmur, tidak hanya sampai pada penelitian ini. Kemudian jika berkenan program seperti ini bisa terus dilaksanakan dengan kerajinan-kerajinan lainnya  dan gampong lainnya di Kabupaten Aceh Besar.

“Untuk masyarakat Jantho Makmur ilmu yang diterima hari ini agar terus dikembangkan dan Insyaallah bisa dijadikan usaha, dan produk-produk Ecoprint hasil karya masyarakat Jantho Makmur ini bisa saya promosikan dan ditempatkan di Showroom Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, yang menjadi salah satu produk unggulan. Tentunya kualitas produk yang dihasilkan harus di QC Merek NyanCap,” ujarnya.

Muhammad Ghifari, M.Sn mewakili Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dalam laporannya pada saat pembukaan  pameran hasil pelatihan Ecoprint juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh mitra yang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari Perangkat Gampong Jantho Makmur, khususnya pengurus TP PKK Jantho Makmur beserta mahasiswa yang sudah mengikuti rangkaian pelatihan ecoprint ini dari bulan September sampai bulan Oktober lalu. “Sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan karya ecoprint yang dapat dipamerkan pada hari ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ucapnya.

Sementara itu, Keuchik Jantho Makmur H.Sabri berharap agar pelatihan yang dilaksanakan dosen ISBI Aceh itu dapat diikuti dengan baik oleh peserta, sehingga bisa menambah pengetahuan dan menjadi jalan untuk berwirausaha melalui produk ecoprint. “Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi Masyarakat Jantho Makmur. Selain memberikan keterampilan, juga akan mendukung pemasaran dan promosi produk-produk inovatif yang dihasilkan,” ujarnya.

H Sabri mengatakan dengan adanya pelatihan Ecoprint ini, ia berharap masyarakat Jantho Makmur semakin menghargai lingkungan dan material alam yang ada di sekitarnya. “Mereka juga akan mampu menghasilkan produk-produk unik dan bernilai tinggi, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” terangnya.

Sementara itu, Niko Andeska, M.Sn selaku ketua tim PKM atau dosen ISBI Aceh mengatakan, dalam pelaksanaan PKM ini, melibatkan mahasiswa mulai dari persiapan sejak bulan Juli hingga selesainya pelaporan pertanggungjawaban program pengabdian nasyarakat skema pemberdayaan berbasis masyarakat ini. Dalam kesempatan itu pengabdian kepada masyarakat melibatkan 3 orang dosen yaitu Niko Andeska, M.Sn Muhammad Ghifari, M.Sn, dan Rino Yuda, M.Sn.

Pelatihan Ecoprint adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar, menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggj,  Ecoprint adalah teknik pengolahan kain menggunakan bagian dari alam sebagai media pewarnaan dan pembentuk (pencetak) motif.

Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang dasar-dasar ecoprint, teknik pencetakan yang efektif, dan pemilihan material yang tepat untuk menghasilkan karya yang berkualitas. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendukung pengembangan industri kreatif di Jantho Makmur. Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam ecoprint, diharapkan  dapat menciptakan produk-produk inovatif yang memiliki nilai jual tinggi dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)