BANDA ACEH – Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Azhari Cage menyatakan bahwa sampai 2022 ini seluas 1.228 hektare tanah untuk eks kombatan GAM sudah terealisasi, dan ini terus digencarkan hingga selesai pada 2023 mendatang.
“Sejauh ini yang sudah terealisasi sampai 2022 itu sebanyak 1.228 hektare. Sekarang yang sedang proses menyusul 630 hektare,” kata Azhari Cage kepada Wartawan, Rabu (23/3/2022).
Azhari mengatakan, dalam rangka percepatan realisasi tanah untuk eks kombatan ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian ATR/BPN hingga Kanwil BPN Aceh.
“Kita juga melakukan pendekatan dengan Gubernur Aceh dan Bupati/Wali Kota se Aceh, serta dengan panglima wilayah guna menetapkan lokasi untuk kemudian diusulkan ke BPN,” ujarnya.
Juru Bicara KPA ini juga menyatakan bahwa mereka menargetkan pada 2023 permasalahan tanah eks kombatan selesai. Termasuk untuk pembangunan kebun dengan komoditi berbeda tergantung hasil pertanian wilayah masing-masing.
“Misalnya di daerah tengah komoditi kopi, coklat, daerah lain sawit, ada durian, pembangunan kebunnya tergantung prospek di daerah,” tuturnya.
Azhari menegaskan, pihaknya berharap permasalahan harus segera dituntaskan mengingat perjanjian damai sudah 17 tahun dan persoalan ini belum juga terimplementasi secara baik.
Dalam kesempatan ini, Azhari juga berharap Pemerintah Pusat, provinsi hingga kabupaten/kota dapat mengalokasikan anggaran sesuai porsi pada (APBD/APBA/APBN) untuk membangun perkebunan eks kombatan tersebut.
“Kita benar-benar berharap pemerintah memikirkan persoalan penyediaan lahan pertanian dan pembangunan kebun ini, dan bisa diselesaikan pada 2023,” pungkas Azhari. (*)













